Strategi Bupati Lotim Tambah Aset: ‘Bagi Dua’ Lahan dengan Pusat

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin Ungkap Kendala Minimnya Aset Tanah dan Tawarkan Solusi. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin Ungkap Kendala Minimnya Aset Tanah dan Tawarkan Solusi. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengakui minimnya aset tanah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Kondisi ini menghambat pelaksanaan berbagai program pemerintah pusat di daerahnya secara maksimal.

Ia mencontohkan, saat menghadiri undangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memperebutkan aset pulau-pulau kecil, pikirannya justru tertuju pada cara mengelola aset terbengkalai agar menjadi fungsional. Oleh karena itu, Pemkab Lombok Timur bersikukuh bahwa kabupatenlah yang berhak meminta sertifikasi penguasaan daerah untuk pulau-pulau kecil. Namun, regulasi lain menetapkan pulau kecil sebagai kawasan konservasi yang menjadi tanggung jawab KKP.

“Kami menawarkan solusi. Misalnya, untuk pulau kecil seluas 20 hektare, kami membaginya menjadi dua. Sepuluh hektare untuk KKP dan 10 hektare untuk Daerah. Cara berbagi seperti ini akan memudahkan kami mengatasi permasalahan perizinan pengelolaan,” jelas Haerul Warisin di Kantor Bupati, pada pelantikan 39 Pejabat Pemkab Lombok Timur, Kamis 23 Oktober 2025.

Baca Juga :  Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Menurutnya, pemerintah pusat akan mengucurkan banyak program ke daerah. Namun, ketiadaan lahan yang menjadi syarat pusat menjadi kendala utama Lombok Timur. Sementara itu, aset tanah milik pemkab sangat terbatas karena banyak yang telah dihibahkan.

Menyikapi hal ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB menyarankan pemkab untuk memperbanyak aset. Strategi ‘membagi dua’ dengan KKP merupakan salah satu upaya nyata. Kabar baiknya, Pemerintah Provinsi NTB baru saja menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Kecamatan Pringgabaya kepada Lombok Timur untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara.

“Alhamdulillah, dengan hibah ini kami menghemat anggaran Rp 4 miliar yang semula kami siapkan untuk membeli lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Bupati menegaskan, peningkatan aset sangat vital untuk menunjukkan kekayaan daerah dan mendukung proyek strategis pusat guna mensejahterakan rakyat serta memajukan sosial-ekonomi Lombok Timur.

Ia juga menyoroti program KKP yang membangun tambak garam industri untuk menghentikan impor garam industri mencapai 2,7 juta ton per tahun. Sayangnya, meski KKP meminta Lombok Timur menyiapkan lahan 2.000 hektare, daerahnya tidak mampu memenuhinya.

“KKP akhirnya memperoleh lahan seluas 13 ribu hektare di NTT. Sementara kami tidak memilikinya. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa kepemilikan aset daerah sangat penting. Pemerintah pusat selalu meminta kami menyiapkan lahan. Karena itu, kami harus terus mencari cara inovatif untuk menambah kekayaan aset Lombok Timur,” pungkasnya. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Temui Massa Aksi, Wabup Pastikan Jalan Kalijaga Timur Diperbaiki Lewat APBD Perubahan 2026
Pemkab Lotim dan PT Energi Selaparang Tandai Batas 25 Hektare Wisata Joben
Polres Lombok Timur Rotasi Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:19 WITA

Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Pertanyaan Seputar Cerpen

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:00 WITA