Strategi Bupati Lotim Tambah Aset: ‘Bagi Dua’ Lahan dengan Pusat

Jumat, 24 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin Ungkap Kendala Minimnya Aset Tanah dan Tawarkan Solusi. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin Ungkap Kendala Minimnya Aset Tanah dan Tawarkan Solusi. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengakui minimnya aset tanah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Kondisi ini menghambat pelaksanaan berbagai program pemerintah pusat di daerahnya secara maksimal.

Ia mencontohkan, saat menghadiri undangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memperebutkan aset pulau-pulau kecil, pikirannya justru tertuju pada cara mengelola aset terbengkalai agar menjadi fungsional. Oleh karena itu, Pemkab Lombok Timur bersikukuh bahwa kabupatenlah yang berhak meminta sertifikasi penguasaan daerah untuk pulau-pulau kecil. Namun, regulasi lain menetapkan pulau kecil sebagai kawasan konservasi yang menjadi tanggung jawab KKP.

“Kami menawarkan solusi. Misalnya, untuk pulau kecil seluas 20 hektare, kami membaginya menjadi dua. Sepuluh hektare untuk KKP dan 10 hektare untuk Daerah. Cara berbagi seperti ini akan memudahkan kami mengatasi permasalahan perizinan pengelolaan,” jelas Haerul Warisin di Kantor Bupati, pada pelantikan 39 Pejabat Pemkab Lombok Timur, Kamis 23 Oktober 2025.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Menurutnya, pemerintah pusat akan mengucurkan banyak program ke daerah. Namun, ketiadaan lahan yang menjadi syarat pusat menjadi kendala utama Lombok Timur. Sementara itu, aset tanah milik pemkab sangat terbatas karena banyak yang telah dihibahkan.

Menyikapi hal ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB menyarankan pemkab untuk memperbanyak aset. Strategi ‘membagi dua’ dengan KKP merupakan salah satu upaya nyata. Kabar baiknya, Pemerintah Provinsi NTB baru saja menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Kecamatan Pringgabaya kepada Lombok Timur untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara.

“Alhamdulillah, dengan hibah ini kami menghemat anggaran Rp 4 miliar yang semula kami siapkan untuk membeli lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Bupati menegaskan, peningkatan aset sangat vital untuk menunjukkan kekayaan daerah dan mendukung proyek strategis pusat guna mensejahterakan rakyat serta memajukan sosial-ekonomi Lombok Timur.

Ia juga menyoroti program KKP yang membangun tambak garam industri untuk menghentikan impor garam industri mencapai 2,7 juta ton per tahun. Sayangnya, meski KKP meminta Lombok Timur menyiapkan lahan 2.000 hektare, daerahnya tidak mampu memenuhinya.

“KKP akhirnya memperoleh lahan seluas 13 ribu hektare di NTT. Sementara kami tidak memilikinya. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa kepemilikan aset daerah sangat penting. Pemerintah pusat selalu meminta kami menyiapkan lahan. Karena itu, kami harus terus mencari cara inovatif untuk menambah kekayaan aset Lombok Timur,” pungkasnya. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA