LOMBOKINI.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Timur memastikan ketahanan pangan daerahnya terkendali. Untuk itu, mereka melakukan pemantauan data mingguan yang transparan. Pemantauan rutin ini menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai alur distribusi dan ketersediaan barang di lapangan.
Setiap pekan, Dinas menyusun laporan yang memuat 12 komoditas pangan strategis nasional, seperti beras, jagung, kedelai, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Selanjutnya, laporan ini menganalisis ketersediaan, kebutuhan konsumsi, neraca sisa, dan ketahanan stok komoditas.
Kabid Ketersediaan Pangan, Hazrin, S.K.M., menjelaskan bahwa beras menjadi komoditas prioritas. “Kami mendukung produksi beras lokal bersama cadangan di Bulog sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya pada Senin, 15 September 2025 di ruang kerjanya.
Selain itu, Dinas juga mencatat ketersediaan jagung untuk pangan dan pakan, serta kedelai untuk industri tempe dan tahu. Stok kedua komoditas ini bersumber dari produksi petani lokal, cadangan Bulog, dan distribusi dari wilayah lain.
Sementara untuk minyak goreng dan gula pasir yang kerap fluktuatif, Dinas melakukan pencatatan detail. Tujuannya adalah untuk memastikan stok sampai ke pasar dengan harga terjangkau. Di sisi lain, untuk komoditas yang mudah busuk seperti cabai, data mingguan ini menjadi acuan utama guna mengantisipasi gejolak harga.
Dinas juga memantau komoditas bawang; bawang merah banyak disuplai petani lokal, sedangkan bawang putih masih mengandalkan distribusi dari luar daerah. Pada sektor protein, ketersediaan daging sapi, daging ayam, dan telur ayam terpantau untuk menjamin konsumsi masyarakat dan stabilitas harga.
Selanjutnya, Dinas menegaskan bahwa semua data yang disajikan merupakan fakta lapangan, bukan sekadar angka. Pasalnya, data berasal dari hasil produksi lokal, gudang Bulog, hingga ketersediaan di pasar tradisional dan modern.
Dengan demikian, melalui data akurat, fakta jelas, dan ketersediaan nyata, Dinas memastikan Lombok Timur tetap dalam kondisi pangan yang aman dan stabil. ***
Editor : Najamudin Anaji







