LOMBOKINI.com – TNI bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Tahun 2026 di Lapangan Umum Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Rabu 22 April 2026.
TMMD Ke-128 mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Kegiatan ini mewujudkan sinergi nyata antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofiq, bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan tersebut. Para Pejabat Utama Korem 162/Wira Bhakti, unsur Forkopimda, OPD terkait, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan itu.
Inspektur Upacara membacakan sambutan Bupati Lombok Timur yang menegaskan bahwa TMMD merupakan operasi bhakti TNI yang strategis. Program ini membantu percepatan pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Kasiter Kasrem 162/WB, Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo, mewakili Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, menyampaikan bahwa TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui TMMD, TNI hadir membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Kami berharap seluruh sasaran fisik maupun nonfisik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kasiter.
Sasaran fisik TMMD Ke-128 meliputi pembangunan rabat jalan usaha tani sepanjang 60 meter, talut jalan sepanjang 1.130 meter, pembangunan 4 unit sumur bor, 1 bak penampungan air, 1 unit MCK, serta rehabilitasi 2 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, para personel juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, rekrutmen TNI, kesehatan, dan penanggulangan bencana.
Inspektur Upacara menandai pembukaan TMMD dengan pemukulan gong. Setelah itu, panitia memberikan bantuan stunting dan sembako kepada masyarakat serta melakukan peninjauan ke lokasi sasaran TMMD.
Program TMMD Ke-128 berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat terlibat dalam program ini. ***
Penulis : Najamudin Anaji







