Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, meminta maaf kepada masyarakat atas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi akhir-akhir ini. Bupati menyampaikan permintaan maaf itu dalam agenda dengar pendapat (hearing) dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.

Dalam hearing tersebut, Bupati yang akrab disapa Haji Iron itu menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi secara tidak terduga. Ia juga membantah tudingan sejumlah oknum yang mengaitkan kelangkaan dengan jabatannya sebagai bupati sekaligus pengusaha SPBE.

“Ini tidak ada kaitannya dengan jabatan saya sebagai bupati dengan usaha SPBE seperti yang dilontarkan sejumlah oknum. Tidak pernah ada prediksi sebelumnya bahwa lonjakan ekonomi akan secepat ini berdampak pada konsumsi elpiji 3 kg,” ujar Bupati Iron di hadapan massa Gempur.

Baca Juga :  Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Ia menjelaskan, lonjakan perekonomian masyarakat Lombok Timur sejak akhir tahun 2025 hingga triwulan pertama 2026 menjadi faktor utama yang tidak sempat diantisipasi.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi kelangkaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Distribusi Elpiji 3 kg. Pemerintah daerah juga melibatkan masyarakat dan pihak berkompeten lainnya dalam satgas tersebut. Selain itu, Pemda segera mengajukan usulan penambahan kuota elpiji 3 kg kepada Pertamina.

Pemerintah daerah juga merespons positif tuntutan utama Gempur yang meminta agar pangkalan memberdayakan pengecer. Keberadaan pengecer mendekatkan akses ke masyarakat dan mengurangi hambatan geografis di wilayah Lombok Timur yang tersebar di 21 kecamatan.

Baca Juga :  Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juani Taofik, yang mendampingi bupati dalam hearing tersebut, meminta masyarakat lebih tenang. Sekda memastikan stok elpiji di Depo Pertamina Ampenan tidak bermasalah dan sesuai kuota.

“Stok di depo aman. Yang menjadi tantangan adalah distribusi hingga ke masyarakat. Ini perlu pengawalan serius dari semua pihak, termasuk pemerintah, aparat, dan partisipasi aktif warga,” ujar Sekda.

Pemda Lombok Timur optimistis kelangkaan gas melon segera teratasi dalam waktu dekat. Masyarakat pun kembali mendapatkan akses yang terjangkau dan merata. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA