Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur

Sabtu, 11 April 2026 - 14:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur Dipertanyakan. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).  

Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur Dipertanyakan. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).  

LOMBOKINI.com – Tokoh Pendidikan, Dr. H. Lalu Moh. Fahri, MH, mempertanyakan arah kebijakan strategis pendidikan Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ketua STIT Palapa Nusantara itu menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu 11 April 2026.

Fahri menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim harus menjabarkan arah kebijakan strategis pendidikan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Lotim 2025-2029.

“Penyusunan Renstra Pendidikan Lotim 2025-2029 berpedoman pada RPJMD Lotim 2025-2029. Persoalannya, apakah Dikbud Lotim telah menyusun Renstra Pendidikan 2025-2029 atau tidak,” ujar Fahri.

Baca Juga :  Imigrasi Malaysia Deportasi 10 PMI Ilegal Asal NTB, Disnakertrans: Ada yang Kabur dari Tempat Kerja

Ia menjelaskan, RPJMD Lotim 2025-2029 menetapkan dua sasaran utama arah kebijakan strategis pendidikan, yaitu rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Fahri merujuk pada rilis data BPS NTB (2025) yang menunjukkan kenaikan rata-rata lama sekolah di Lotim dari 7,12 tahun (2023) menjadi 7,36 tahun (2024), lalu naik lagi menjadi 7,75 tahun (2025). Angka harapan lama sekolah juga meningkat dari 14,06 tahun (2023) menjadi 14,07 tahun (2024) dan 14,08 tahun (2025).

Dalam RPJMD Lotim 2025-2029, target rata-rata lama sekolah pada 2030 berkisar 8,43 hingga 8,52 tahun. Sementara itu, target angka harapan lama sekolah pada 2030 berada pada kisaran 14,56 hingga 14,62 tahun.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur

“Karena itu, berbagai arah kebijakan dan program strategis pendidikan Lotim harus dijabarkan untuk mencapai target rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah dalam RPJMD Lotim 2025-2029,” pungkas Fahri.

Di sisi lain, Fahri menegaskan agar Dikbud Lotim melibatkan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam penyusunan Renstra Pendidikan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri
Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak
Penguatan TC Berjenjang Dongkrak Kemampuan Kafilah MTQ Lotim, Pelatih Antisipasi Jeda Lomba
Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128
Buka TC MTQ XXXI, Wabup Lotim Ingatkan Faktor Nonteknis

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:37 WITA

Kakorlantas Tegaskan Transformasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis ETLE 95 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:35 WITA

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:53 WITA

Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Berita Terbaru