Dispar Lombok Timur Tegaskan Ekowisata Bale Mangrove Tetap Buka

Senin, 5 Januari 2026 - 16:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan Ekowisata Bale Mangrove di Dusun Ponton Bako tetap beroperasi untuk umum, meski mendapat tuntutan penutupan dari ratusan warga.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan operasional kawasan itu. “Kita tetap buka agar wisatawan tetap datang,” katanya, Senin 5 Januari 2026.

Widayat menyatakan pihaknya sedang mengupayakan solusi yang mengakomodir semua pemangku kepentingan. “Kita cari win-win solution-nya. Insyaallah Rabu kita kumpulkan semua pihak di kantor Bupati,” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Anjing Liar, Wabup Lombok Timur: Sterilisasi Lebih Efektif daripada Eliminasi

Ia menambahkan, perbaikan manajemen menjadi prioritas utama. “Manajemennya akan kita perbaiki demi kenyamanan pengunjung,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Dusun Poton Bako melakukan protes karena menilai tata kelola wisata tidak adil dan tidak membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Baca Juga :  143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Salah seorang warga, Nurjan, menyebut pengelolaan saat ini hanya mengizinkan keluarga tertentu berjualan di area wisata. “Masyarakat lain tidak diberikan kesempatan,” ujarnya.

Kepala Desa Sekaroh, Muhammad Nashruddin, membenarkan aspirasi warga yang menginginkan pemerataan kesempatan bagi UMKM setempat. “Harapannya ada keadilan dan pemerataan,” pungkasnya.***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemerintah Hampir Ratakan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Kini Fasilitas Itu Mulai Beroperasi
Buka Rinjani 100, Plt Kadispora Lepas Pelari Kategori Ekstrem
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru
Ali BD Dorong Pemda Lotim Bangun Kawasan Labuhan Haji, Tiru Kesuksesan Penang
Pertemuan dengan Bupati Lotim Gagal Capai Kesepakatan, APIPI Ancam Aksi Jilid III
Pemkab Lotim Resmikan Destinasi Wisata Pantai Kahona Sekaroh
IKP Labuhan Haji dan Pemda Lotim Berseteru Soal Pengelolaan Sunrise Land Lombok

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA