Bocah Lombok Ini Raih 4 Medali Matematika Dunia dalam Sebulan

Minggu, 11 Mei 2025 - 12:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bocah Lombok Ini Raih 4 Medali Matematika Dunia dalam Sebulan. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Bocah Lombok Ini Raih 4 Medali Matematika Dunia dalam Sebulan. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com Qashiratut Tharfi Paranata (Atut), siswa kelas 1 SD asal Mataram, Lombok ini kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam kurun waktu Maret 2025 saja, ia berhasil mengumpulkan empat medali dari berbagai olimpiade matematika dunia.

Pertama, Atut menyabet medali emas di Future Intelligence Students Olympiad (FISO) pada 1 Maret. Tak berhenti di situ, ia kembali meraih emas di Big Bay Cup (15 Maret) dan Spirit of Math Contest (22 Maret). Puncaknya, pada 23 Maret ia mempersembahkan medali perunggu dari Bulgarian Mathematics Without Borders Spring 2025.

Baca Juga :  Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Prestasi Maret ini menyusul keberhasilannya meraih perunggu di Thailand International Mathematics Olympiad (TIMO) Februari lalu. Total, di usianya yang baru 7 tahun, Atut telah mengoleksi 14 medali internasional (7 emas, 2 perak, 5 perunggu).

“Prestasi Atut membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih mimpi,” ujar salah satu guru pembimbingnya. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras Atut, dukungan keluarga, dan pembinaan intensif dari sekolah.

Baca Juga :  Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Dengan segudang prestasi ini, Atut menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus berprestasi di kancah global. Semangatnya membuktikan bahwa dedikasi dan dukungan tepat mampu melahirkan prestasi luar biasa meski di usia belia.***

Berita Terkait

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI
Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)
Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi
Dr. Gema: Advokat Litigasi, Kurator, dan Ketua DPC Peradi Selong yang Mengutamakan Dedikasi Sosial
Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI
Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:45 WITA

TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06 WITA

PDIP Lombok Tengah Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis Peringati Bulan Bung Karno

Senin, 15 Juni 2026 - 21:45 WITA

TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:43 WITA

Lebih dari 4.000 Paket Daging Kurban Disalurkan Yayasan Cahaya Untuk Negeri ke Pelosok Lombok Timur

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:18 WITA

Ini Besaran Harga Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur

Berita Terbaru