Pengamat Sebut Demokrasi Indonesia di Bawah Prabowo Masih ‘Belum Sempurna’ Versi EIU

Senin, 20 April 2026 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demokrasi Indonesia. (Foto: Lombokini.com/Ilustrasi).

Demokrasi Indonesia. (Foto: Lombokini.com/Ilustrasi).

LOMBOKINI.com – Pengamat kebijakan publik, Ir. Lalu Muh. Kabul, M.AP, menyatakan bahwa demokrasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto masih berada pada kategori “belum sempurna”. Pernyataan itu ia sampaikan kepada media ini pada Senin 20 April 2026 dengan merujuk pada laporan Economist Intelligence Unit (EIU).

Kabul menjelaskan, EIU mengelompokkan perkembangan demokrasi di seluruh dunia ke dalam empat kategori berdasarkan nilai Indeks Demokrasi skala 0-10. Keempat kategori itu yaitu rezim otoritarian (0-4), rezim hibrid (4-6), demokrasi belum sempurna (6-8), dan demokrasi sempurna (8-10).

“Rezim hibrid merupakan peralihan dari otoritarian ke demokrasi. Rezim otoritarian dan rezim hibrid tidak tergolong dalam kategori demokrasi. Yang tergolong demokrasi adalah demokrasi belum sempurna dan demokrasi sempurna,” ungkap Kabul.

Baca Juga :  Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel

Merujuk laporan EIU (2024), Kabul memaparkan bahwa Indonesia memperoleh nilai Indeks Demokrasi sebesar 6,44 pada tahun 2024. “Artinya, demokrasi kita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berada pada posisi demokrasi belum sempurna,” jelasnya.

Kabul menambahkan, dari 167 negara di dunia, sebanyak 46 negara (27,5 persen) juga tergolong demokrasi belum sempurna. Negara-negara tersebut antara lain Singapura (6,18), Malaysia (7,11), Korea Selatan (7,75), Filipina (6,63), Thailand (6,27), dan bahkan Amerika Serikat (7,85).

“Meskipun demokrasi di Amerika Serikat telah berlangsung ratusan tahun, namun kehidupan demokrasi di negeri Paman Sam tersebut belum sempurna, sehingga berada pada posisi demokrasi belum sempurna,” beber Kabul.

Baca Juga :  Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menggolongkan demokrasi ke dalam tiga kategori pada skala 0-100, yaitu rendah (<60), sedang (60-<80), dan tinggi (80-100). Kabul mengungkapkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menargetkan peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia dari 79,51 pada tahun 2023 menjadi 81,69-85,23 pada tahun 2029.

“Ini menggambarkan bahwa kehidupan demokrasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan meningkat dari kategori sedang pada tahun 2023 menjadi kategori tinggi pada tahun 2029. Di sisi lain, merujuk data BPS, Indeks Demokrasi Indonesia mengalami peningkatan dari 79,51 pada tahun 2023 menjadi 79,81 pada tahun 2024,” pungkas Kabul. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG
Kepala BGN Baru Moratorium Dapur MBG, Fokuskan Sasaran pada Kelompok Prioritas
Ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN
Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG
Presiden Prabowo Tunjuk Tiga Pimpinan Baru BGN, Ini Daftar Namanya
Presiden Prabowo Copot Dadan, Sony dan Lodewyk dari BGN
Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Turunkan Harga Dexlite dan Pertamina Dex, Pertamax Turbo Naik
BGN Luncurkan Aplikasi ‘Reviu MBG’ untuk Awasi Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:14 WITA

Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:20 WITA

Temui Mendikdasmen, Bupati Haerul Warisin Pastikan Perbaikan SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru yang Rusak Berat

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:50 WITA

Bidik Posisi 3 Besar di MTQ XXXI NTB, Lombok Timur Gembleng 54 Kafilah dalam Training Center

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:53 WITA

Pemkab Lotim Ungguli Halmahera Selatan, Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:01 WITA

Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 23:30 WITA

Haerul Warisin Tekankan Legalitas Lahan demi Pastikan Tanah Ulayat Tercatat dengan Baik

Berita Terbaru

Sepana terbakar. View dari bawah bukit, Sembalun.

Peristiwa

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:51 WITA