LOMBOKINI.com – Masyarakat adat kembali menggelar ritual Boteng Kekep di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, pada Kamis 4 September 2025. Tradisi warisan leluhur Sasak ini tidak hanya memersatukan keturunan Tanaq Gadang, tetapi juga mengingatkan akan akar sejarah mereka.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, tokoh adat, dan perwakilan keturunan Tanaq Gadang menghadiri acara sakral tersebut. Masyarakat dari berbagai desa tua juga berpartisipasi dengan sangat antusias, yang memperlihatkan kekuatan ikatan emosional mereka terhadap warisan budaya ini.
Masyarakat memusatkan ritual ini di kawasan Desa Rumbuk, yang masyarakat kenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Sasak. Mereka memilih lokasi ini karena memiliki nilai historis yang dalam serta terkait erat dengan peninggalan Kedatuan Selaparang.
Pelaksanaan Boteng Kekep kali ini bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski sempat terhenti lama, para tokoh akhirnya dapat menghidupkan kembali tradisi ini dengan semangat baru.
Mantan Bupati Lombok Timur, H. Syahdan, berperan besar membangkitkan kembali acara adat ini. Bersama para tokoh adat dan budayawan, beliau menginisiasi kembali pelestarian Boteng Kekep, sehingga banyak yang menganggapnya sebagai motor penggerak utamanya.
Penyelenggaraan ritual ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan keturunan Tanaq Gadang yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, masyarakat juga memaksudkan acara ini sebagai sarana untuk menjaga identitas budaya dan melestarikan kearifan lokal.
Prosesi adat diawali dengan Ubub Pusaka Tanaq Gadang sebelum melanjutkan ke ritual Cuci Pusaka. Kedua rangkaian ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan menegaskan komitmen untuk tetap bersatu.
Masyarakat setempat meyakini Boteng Kekep sebagai peninggalan dari Neq Jero Selaparang. Keyakinan ini menjadikan ritual tersebut bernilai historis sangat tinggi.
Keunikan Boteng Kekep terletak pada kenyataan bahwa masyarakat hanya menemukan ritual ini di Tanaq Gadang. Berbeda dengan ritual lain seperti Tujak Ragi Beleq, tradisi ini menjadi identitas khas wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi penuh terselenggaranya acara adat tersebut. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa komitmen mereka untuk melestarikan budaya tidak akan berkurang.
Mereka berharap Boteng Kekep ke depannya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Rumbuk, tetapi juga tumbuh sebagai ikon budaya Lombok Timur yang dapat menarik perhatian generasi muda dan memberi manfaat bagi penguatan ekonomi kreatif.
Secara keseluruhan, acara adat Boteng Kekep tahun ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan persatuan serta memperkuat silaturahmi masyarakat Lombok Timur. ***
Editor : Najamudin Anaji







