Menghidupkan Kembali Ritual Boteng Kekep

Kamis, 4 September 2025 - 17:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menghidupkan Kembali Ritual Boteng Kekep, Tanaq Gadang, Rimbuk Sakra Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

Menghidupkan Kembali Ritual Boteng Kekep, Tanaq Gadang, Rimbuk Sakra Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Masyarakat adat kembali menggelar ritual Boteng Kekep di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, pada Kamis 4 September 2025. Tradisi warisan leluhur Sasak ini tidak hanya memersatukan keturunan Tanaq Gadang, tetapi juga mengingatkan akan akar sejarah mereka.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, tokoh adat, dan perwakilan keturunan Tanaq Gadang menghadiri acara sakral tersebut. Masyarakat dari berbagai desa tua juga berpartisipasi dengan sangat antusias, yang memperlihatkan kekuatan ikatan emosional mereka terhadap warisan budaya ini.

Masyarakat memusatkan ritual ini di kawasan Desa Rumbuk, yang masyarakat kenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Sasak. Mereka memilih lokasi ini karena memiliki nilai historis yang dalam serta terkait erat dengan peninggalan Kedatuan Selaparang.

Pelaksanaan Boteng Kekep kali ini bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski sempat terhenti lama, para tokoh akhirnya dapat menghidupkan kembali tradisi ini dengan semangat baru.

Baca Juga :  80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Mantan Bupati Lombok Timur, H. Syahdan, berperan besar membangkitkan kembali acara adat ini. Bersama para tokoh adat dan budayawan, beliau menginisiasi kembali pelestarian Boteng Kekep, sehingga banyak yang menganggapnya sebagai motor penggerak utamanya.

Penyelenggaraan ritual ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan keturunan Tanaq Gadang yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, masyarakat juga memaksudkan acara ini sebagai sarana untuk menjaga identitas budaya dan melestarikan kearifan lokal.

Prosesi adat diawali dengan Ubub Pusaka Tanaq Gadang sebelum melanjutkan ke ritual Cuci Pusaka. Kedua rangkaian ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan menegaskan komitmen untuk tetap bersatu.

Masyarakat setempat meyakini Boteng Kekep sebagai peninggalan dari Neq Jero Selaparang. Keyakinan ini menjadikan ritual tersebut bernilai historis sangat tinggi.

Baca Juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD Lombok Timur Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Keunikan Boteng Kekep terletak pada kenyataan bahwa masyarakat hanya menemukan ritual ini di Tanaq Gadang. Berbeda dengan ritual lain seperti Tujak Ragi Beleq, tradisi ini menjadi identitas khas wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi penuh terselenggaranya acara adat tersebut. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa komitmen mereka untuk melestarikan budaya tidak akan berkurang.

Mereka berharap Boteng Kekep ke depannya tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Rumbuk, tetapi juga tumbuh sebagai ikon budaya Lombok Timur yang dapat menarik perhatian generasi muda dan memberi manfaat bagi penguatan ekonomi kreatif.

Secara keseluruhan, acara adat Boteng Kekep tahun ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan persatuan serta memperkuat silaturahmi masyarakat Lombok Timur. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat
Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi
Lombok Timur Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional V BPAN, Ratusan Peserta Siap Berkumpul di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:45 WITA

TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06 WITA

PDIP Lombok Tengah Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis Peringati Bulan Bung Karno

Senin, 15 Juni 2026 - 21:45 WITA

TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:43 WITA

Lebih dari 4.000 Paket Daging Kurban Disalurkan Yayasan Cahaya Untuk Negeri ke Pelosok Lombok Timur

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:18 WITA

Ini Besaran Harga Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lombok Timur

Berita Terbaru