LOMBOKINI.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat merilis data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang terus meningkat. IPM Lotim naik dari 70,65 pada 2023 menjadi 71,48 pada 2024, kemudian melonjak lagi mencapai 72,35 pada 2025.
Tokoh Pendidikan, Dr. H. Lalu Moh. Fahri, MH, menjelaskan kepada Lombokini.com, Senin 13 April 2026, bahwa IPM mencakup tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
Ketua STIT Palapa Nusantara itu menyatakan kenaikan IPM tersebut tidak lepas dari kontribusi signifikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur yang kini dipimpin M. Nurul Wathoni, S. Pd., M. Pd.
Fahri memaparkan kontribusi Dikbud Lotim melalui dua komponen penting dalam dimensi pendidikan, yaitu rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.
Fahri menjelaskan, rata-rata lama sekolah merupakan jumlah tahun yang digunakan penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Sementara harapan lama sekolah adalah lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan anak pada usia tertentu di masa depan, dengan perhitungan untuk penduduk berusia tujuh tahun ke atas.
Merujuk pada rilis BPS NTB (2025), Fahri mengungkapkan kenaikan rata-rata lama sekolah di Lombok Timur dari 7,12 tahun (2023) menjadi 7,36 tahun (2024) dan terus meningkat mencapai 7,75 tahun (2025).
Di sisi lain, angka harapan lama sekolah juga menunjukkan kenaikan dari 14,06 tahun (2023) menjadi 14,07 tahun (2024) dan 14,08 tahun (2025), pungkas Fahri. ***







