LOMBOKINI.com – Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis 18 September 2025 hingga malam hari mengakibatkan Sungai Kokok Tanggek meluap deras. Arus sungai yang deras tersebut akhirnya memutus jembatan penghubung Desa Teko-Aiptaik. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Dusun Teko Lauq dan Teko Daya di Desa Teko dan Desa Apit Aik, Kecamatan Pringgabaya.
Peristiwa ini langsung memutus seluruh akses mobilitas ribuan warga dan menghentikan lalu lintas kendaraan sama sekali.
Menyikapi keadaan darurat ini, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, langsung meninjau lokasi pada Jumat 19 September 2025 sore. Masyarakat setempat menyambut hangat kedatangan Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Lombok Timur tersebut.
Dalam kunjungannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan langkah jangka pendek. “Kami akan segera membangun jembatan darurat untuk memungkinkan pejalan kaki dan pengendara motor tetap dapat menyeberang,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mengupayakan pembangunan jembatan permanen yang lebih berkualitas. Pemkab bahkan akan mengusulkan rencana tersebut kepada Pemerintah Pusat untuk memperoleh bantuan dana.
“Sebagai opsi pendanaan, jika tidak terealisasi melalui pusat, Pemkab memastikan akan mengalokasikan dana dari APBD pada Januari 2026,” tegas Haerul Warisin.
Perlu diketahui bahwa program ABRI Masuk Desa pertama kali membangun jembatan ini pada tahun 1994 dengan Danrem Kolonel Yudomo SHD sebagai penanggung jawab. Kini, setelah lebih dari dua dekade, faktor usia dan derasnya aliran sungai akhirnya meruntuhkan struktur jembatan tersebut.
Untuk mewujudkan komitmennya, Pemkab Lombok Timur akan segera mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna menyiapkan material dan tenaga kerja. Dengan demikian, pembangunan jembatan darurat dapat mereka realisasikan dalam waktu dekat.
Langkah strategis ini bertujuan menjaga kelangsungan aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat pun menaruh harapan besar pada realisasi pembangunan jembatan permanen yang aman, kokoh, dan layak bagi generasi mendatang. ***
Editor : Najamudin Anaji







