Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping

Kamis, 7 Agustus 2025 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping. (Foto: Lombokini.com/Izzul Khairi).

Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping. (Foto: Lombokini.com/Izzul Khairi).

LOMBOKINI.com Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, distributor skincare yang peredarannya belakangan menimbulkan kegaduhan di medsos akibat dugaan mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, menyatakan siap bertanggungjawab atas efek samping yang timbul akibat penggunaan produknya oleh konsumen. Masyarakat yang merasa dirugikan diminta datang ke kantornya di Desa Sepit untuk penanganan lebih lanjut.

Ali Nusantara mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Selong, Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis 7 Agustus 2025. ‘’Kami ingin masyarakat konsumen sehat dan produk yang digunakan bermanfaat. Dan kami juga ingin berusaha nyaman,’’ katanya.

Ada tiga jenis skincare yang menurut hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM). ‘’Skincare tersebut sudah dan sedang kami tarik,’’ katanya. Pemusnahanpun telah pula dilakukan, kendati ada beberapa jenis yang harus dimusnahkan di luar daerah.

Baca Juga :  Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

‘’Kami hanyalah distributor. Kami tidak memproduksi,’’ ujarnya. Skincare tersebut diproduksi oleh PT Amanah, Makassar. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BBPOM dalam hal penarikan skincare di tengah masyarakat, berikut pemusnahannya.

Ali menyebutkan, WBS bekerja sama dengan PT Amanah tersebut sejak tahun 2022. ‘’Kami niat bangun usaha untuk orang lain. Pun ada persoalan muncul, kami mohon maaf bila ada yang tak nyaman. Kami manusia biasa,’’ ujarnya.

Adapun tiga jenis yang ngandung merkuri seperti jenis handbody, krim pagi, krim malam. ‘’Kami tarik dari peredaran. Ini jadi pelajaran berharga bagi kami,’’ tambahnya.

WBS punya 35 karyawan, juga punya kelompok anak yatim binaan. ‘’Meskipun demikian, siapa saja yang merasa dirugikan, kami siap menunggu keluhan dan datang ke kantor kami. Kami bertanggungjawab,’’ lanjut Ali Nusantara di damping istrinya.

Baca Juga :  KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema 'Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas'

Dia berharap masyarakat tidak terlalu cepat menjustifikasi ke WBS. ‘’Sebab tidak semua skincare yang beredar tersebut di tengah masyarakat saat ini WBS lah yang distributornya,’’ katanya. Ia mengakui persaingan dagang tetap ada. ‘’Tapi kalau kami salah, kami tanggung jawab,’’ sambungnya.

Sebelum ditemukan kandungan merkuri, selama ini memang tidak ada keluhan. Termasuk dengan konsumen yang ada di Makassar, pusat produksinya. Belakangan hasil temuan BBPOM Mataram menunjukkan ada kandungan merkuri dalam produk skincare tersebut.

Posisi WBS bisa saja jadi korban dalam hal ini. Sebab tidak semua produk yang beredar tersebut distributornya WBS. ***

Penulis : Izzul Khairi

Berita Terkait

Bupati Lombok Timur Resmikan Medica Clinic Sembalun, Layani Wisatawan dan Masyarakat
Cek Gula Darah hingga Kolesterol, Dinkes Lotim Buka Layanan Gratis bagi Pengunjung Festival Muharram
Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
KPK Buka JNBA 2026 dari Mataram, Usung Tema ‘Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas’
Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah
BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:06 WITA

PDIP Lombok Tengah Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis Peringati Bulan Bung Karno

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:17 WITA

DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:08 WITA

Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset

Senin, 1 Juni 2026 - 09:32 WITA

Mori Hanafi Dinilai Miliki Modal Politik Mengilap untuk Pilgub NTB 2029

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:59 WITA

Mi6: Oke Wiredarme Hadirkan Warna Baru dalam Bursa Musda Demokrat NTB

Senin, 18 Mei 2026 - 21:12 WITA

Dua Kader Muda Partai Demokrat Siap Bertarung Perebutkan Kursi Ketua DPD NTB

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:13 WITA

Partai Demokrat NTB Sambut Tokoh Muda, Dr. Gema Perkuat Jaringan Komunikasi Kader

Berita Terbaru