LOMBOKINI.com – Satu dekade pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia menyisakan sejumlah catatan. Berbagai urusan substansi dan teknikal masih memerlukan banyak perbaikan. Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Penelitian Mahasiswa (UKM KPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pun mengambil peran.
Melalui perhelatan akbar KPM International SDGs Competition 2026, mereka mendorong kontribusi aktif terhadap indikator-indikator pembangunan berkelanjutan.
Panitia mengusung tema “A Decade of SDGs: Reflecting the Journey, Accelerating the Goals” dan resmi membuka kompetisi ini pada Selasa, 10 Februari 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi para inovator untuk mengevaluasi secara kritis pelaksanaan satu dekade SDGs sekaligus merencanakan percepatan solusi pembangunan berbasis inovasi dan riset.
Executive Director of KPM International SDGs Competition, Muhammad Adzka, menyatakan bahwa kompetisi ini menyasar anak muda dari tingkat lokal hingga global.
“Kami ingin mereka merumuskan percepatan SDGs di berbagai titik pembangunan berkelanjutan sesuai dengan keilmuan masing-masing,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada Lombokini.com, Kamis 19 Maret 2026.
Adzka menambahkan, panitia akan mengundang para inovator terpilih dari berbagai daerah dan mancanegara ke acara puncak.
“Kami akan mempertemukan mereka untuk bertukar ide dan mematangkan gagasan. Para juara dalam setiap kategori akan mendapatkan total hadiah delapan puluh lima juta rupiah, termasuk beasiswa kuliah,” jelasnya.
Kompetisi yang telah berlangsung sejak 10 Februari 2026 ini akan berlanjut hingga Mei mendatang. Panitia menyiapkan puncak acara yang terdiri dari Final Presentasi, Innovation Summit, dan Awarding Day.
“Penyelenggaraan kompetisi nasional dan internasional tahun ke-4 ini juga memberikan beragam penghargaan, termasuk beasiswa,” tambahnya.
Kesadaran anak muda untuk mendorong Indonesia Emas 2045 juga tercermin dalam beragam agenda pendukung. Panitia menggelar SDGs Festival, Innovation Summit, hingga menyusun buku inovator yang nantinya akan mereka serahkan kepada pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat. ***
Penulis : Widzar Mumtaz Syah
Editor : Najamudin Anaji







