Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan ART. (Foto: Lombokini.com/Setneg.go.id).

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan ART. (Foto: Lombokini.com/Setneg.go.id).

LOMBOKINI.com – Pengamat kebijakan publik Eko Wahyuanto membantah pandangan Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyebut Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) bakal membebani Indonesia.

Menurut Eko, Indonesia justru membutuhkan investasi dan teknologi dari AS untuk mendukung hilirisasi. Perjanjian dengan AS merupakan kerja sama saling menguntungkan karena kedua belah pihak saling membutuhkan. Indonesia pun harus memberikan manfaat bagi AS.

Salah satu manfaat utama perjanjian dagang dengan AS adalah pembebasan tarif bagi 1. 819 komoditas utama ekspor Indonesia, termasuk produk tekstil. Hal ini amat penting untuk mengamankan lapangan kerja bagi jutaan rakyat Indonesia.

Baca Juga :  TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

“Kita memerlukan teknologi mereka. Kita butuh investasi mereka untuk mendukung program hilirisasi, dan mereka butuh sumber daya kita. Persinggungan kedua kepentingan itu menumbuhkan ekonomi. Ingat, kedaulatan sejati tercapai saat rakyat memiliki pekerjaan dan ekonomi nasional tumbuh stabil,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, kesepakatan dagang dengan AS juga membuka peluang yang selama ini tertutup bagi Indonesia. “Dalam ekonomi global, kedaulatan itu bukan lagi dengan cara isolatif atau proteksionis. ART adalah sarana memuluskan jalan kerja sama, tiket bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok global,” ucapnya.

Baca Juga :  Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Tanpa kesepakatan dagang dengan AS, Indonesia akan semakin bergantung pada China. Untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, Indonesia perlu melakukan diversifikasi pasar ekspor.

“Tanpa menjalin kesepakatan dengan negara-negara di dunia termasuk Amerika, posisi Indonesia terjepit. Akan sangat bergantung pada satu kutub kekuatan ekonomi, yakni China. Ketergantungan tunggal justru membahayakan kedaulatan yang mereka khawatirkan,” tutupnya. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Wabup Lotim Tegaskan Pelaku Judi dan Pinjaman Online Satu KK Auto Dicoret dari Daftar Bantuan Bansos
Z Coffee Hening Resmi Dibuka: Kafe Inklusif 100 Persen Dikelola Disabilitas Hadir di Lombok Timur

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 21:31 WITA

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Senin, 13 Juli 2026 - 16:27 WITA

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan

Berita Terbaru

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1,"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Sastra

CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Senin, 14 Sep 2026 - 05:52 WITA