Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan ART. (Foto: Lombokini.com/Setneg.go.id).

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) menunjukkan dokumen perjanjian perdagangan ART. (Foto: Lombokini.com/Setneg.go.id).

LOMBOKINI.com – Pengamat kebijakan publik Eko Wahyuanto membantah pandangan Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyebut Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) bakal membebani Indonesia.

Menurut Eko, Indonesia justru membutuhkan investasi dan teknologi dari AS untuk mendukung hilirisasi. Perjanjian dengan AS merupakan kerja sama saling menguntungkan karena kedua belah pihak saling membutuhkan. Indonesia pun harus memberikan manfaat bagi AS.

Salah satu manfaat utama perjanjian dagang dengan AS adalah pembebasan tarif bagi 1. 819 komoditas utama ekspor Indonesia, termasuk produk tekstil. Hal ini amat penting untuk mengamankan lapangan kerja bagi jutaan rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

“Kita memerlukan teknologi mereka. Kita butuh investasi mereka untuk mendukung program hilirisasi, dan mereka butuh sumber daya kita. Persinggungan kedua kepentingan itu menumbuhkan ekonomi. Ingat, kedaulatan sejati tercapai saat rakyat memiliki pekerjaan dan ekonomi nasional tumbuh stabil,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, kesepakatan dagang dengan AS juga membuka peluang yang selama ini tertutup bagi Indonesia. “Dalam ekonomi global, kedaulatan itu bukan lagi dengan cara isolatif atau proteksionis. ART adalah sarana memuluskan jalan kerja sama, tiket bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok global,” ucapnya.

Baca Juga :  Bazar Sedin Tbere: Menikmati Sosis dan Kopi dengan Lanskap Gunung Rinjani dari Bibir Kokoq Reban Samas

Tanpa kesepakatan dagang dengan AS, Indonesia akan semakin bergantung pada China. Untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, Indonesia perlu melakukan diversifikasi pasar ekspor.

“Tanpa menjalin kesepakatan dengan negara-negara di dunia termasuk Amerika, posisi Indonesia terjepit. Akan sangat bergantung pada satu kutub kekuatan ekonomi, yakni China. Ketergantungan tunggal justru membahayakan kedaulatan yang mereka khawatirkan,” tutupnya. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Konten Kreator Diusulkan Punya NIB, DPMPTSP Lotim: Mereka tidak perlu Khawatir dan Bila Perlu Kita Bimtek
Bazar Sedin Tbere: Menikmati Sosis dan Kopi dengan Lanskap Gunung Rinjani dari Bibir Kokoq Reban Samas
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Wasekjen Seknas FITRA Ingatkan Risiko MBG Serap Anggaran Terlalu Besar
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:36 WITA

Viral! Video Asusila 4 Remaja di Bawah Umur Meresahkan Warga Tanjung Luar, Pihak Polisi Sedang Menyelidikinya

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:07 WITA

Tahanan Asal Keruak Melangsungkan Pernikahan di Balik Jeruji Rutan Polres Lombok Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:51 WITA

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Berita Terbaru

Bangkitnya Kelas Menengah. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Rabu, 8 Jul 2026 - 14:44 WITA