Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya meminta masyarakat mewaspadai oknum yang menawarkan jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan imbalan uang.

“Sekarang sistemnya sudah kami tutup. Waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar, karena bisa kami drop langsung,” ujar Sony di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.

Sony mengaku pernah menerima video yang menyebarkan informasi jual beli titik SPPG seharga Rp 200 juta. “Saya lihat langsung ID-nya, lalu saya turunkan agar orang yang sudah membayar rugi,” katanya.

Ia meminta masyarakat segera melapor ke BGN jika menemukan tawaran tersebut. “Laporkan orang yang meminta uang. Begitu saya mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa titik SPPG itu hasil jual beli, saya turunkan. Silakan pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Baca Juga :  333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Setiap titik yang diturunkan otomatis tidak diverifikasi dan dibatalkan BGN. Calon mitra pun diblokir dari sistem mitra.bgn.go.id.

Selain itu, BGN juga menindak tegas oknum SPPG yang berpura-pura menjadi korban penipuan saat membangun dapur untuk program MBG.

“Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu supaya diverifikasi. Ada juga yang benar-benar kena tipu,” paparnya.

Ia mencontohkan seseorang yang mengaku ditipu setelah membangun dapur tetapi tidak terdaftar di sistem. “Saya tanya, penipunya siapa? Kalau ada, laporin. Saya ingin tahu untuk membedakan modus dan yang benar,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Menurut Sony, jika calon mitra enggan menyebut identitas penipu, maka dipastikan itu modus.

“Kalau dia tidak mau jawab, atau bilang ‘Ya, adalah, Pak,’ itu sudah tentu modus. Tapi yang benar-benar ditipu, sekarang sudah diterima laporannya sama polisi. Kerugian minimal Rp 100 juta per orang,” jelasnya.

BGN menutup pendaftaran SPPG karena kuota untuk melayani Program MBG sudah terpenuhi. Hingga saat ini, lebih dari 24 ribu SPPG berdiri di seluruh Indonesia. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan
Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:41 WITA

DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rabu, 23 September 2026 - 21:46 WITA

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Kamis, 3 September 2026 - 21:31 WITA

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Berita Terbaru

Masjid Agung Al-Mujahidin. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Masjid Rp 50 Miliar ‘Mendesak untuk Siapa’?

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:58 WITA