Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 3 Lenek Daya, Sakral dan Mengagumkan

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musik Kecimol mengringi tarian yang dipersembahkan oleh siswa SDN 3 Lenek Daya. (foto: www.lombokini.com)

Musik Kecimol mengringi tarian yang dipersembahkan oleh siswa SDN 3 Lenek Daya. (foto: www.lombokini.com)

LOMBOKINI.com Perpisahan sekolah merupakan momen bagi murid tingkat akhir untuk berpamitan setelah menyelesaikan pendidikan, memberikan kesan yang berarti bagi siswa yang lulus.

Seperti halnya di SDN 3 Lenek Daya di Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, NTB, mengadakan acara pelepasan dan tasyakuran siswa kelas VI tahun ajaran 2023/2024 pada Kamis, 20 Juni 2024. Acara ini mengusung tema “Generasi Cinta Penerus Budaya”.

Pelepasan dan tasyakuran di SDN 3 Lenek Daya diwarnai dengan nuansa tradisional. Para siswa menampilkan bakat mereka melalui pentas seni tari kreasi dan mengenakan pakaian tradisional dari kelas 1 hingga kelas VI yang lulus.

Sebelumnya, para siswa diarak dengan iringan musik Kecimol khas Lenek menuju lokasi acara di SDN 3 Lenek Daya.

Kecimol adalah atraksi budaya hasil kreativitas seniman Sasak. Nama Kecimol berasal dari seorang seniman gambus bernama Loq Cimol yang melakukan tur keliling Desa Lenek, Lombok Timur pada masanya.

Baca Juga :  TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Kepala Sekolah SDN 3 Lenek Daya, Nurhidayati, M.Pd, menjelaskan alasan pengambilan tema “Generasi Cinta Penerus Budaya”. Ia mengatakan Lenek adalah desa budaya yang dikenal dengan musik tradisional Kecimol dan kain tenun.

Untuk melestarikannya, para siswa menampilkan sejumlah tari tradisional yang disaksikan langsung oleh stakeholder terkait, termasuk Dinas Pariwisata. Harapannya, orang tua murid semakin mempercayai tenaga pendidik di SDN 3 Lenek Daya.

“Kegiatan ini adalah bukti bahwa peserta didik kami mencintai budaya,” ujar Nurhidayati.

“Melalui kegiatan ini juga, kita perkenalkan tradisi di Lenek yang perlahan-lahan dilupakan. Lenek adalah rumah kain tenun yang tidak kalah dengan Pringgasela,” sambungnya.

Selain itu, kreasi budaya yang ditampilkan siswa diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya berimbas positif pada ekonomi masyarakat Lenek.

“Lenek memiliki potensi budaya luar biasa. Melalui kegiatan ini, harapan kami juga agar ekonomi masyarakat Lenek meningkat,” harap Nurhidayati.

Lebih lanjut, kegiatan perpisahan ini juga menjadi pemantik minat masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak mereka di SDN 3 Lenek Daya. “Tahun ini, baru saja kami membuka penerimaan siswa baru, sudah ada 40 pendaftar,” ungkap Nurhidayah.

Baca Juga :  Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

“Tahun sebelumnya juga, setelah kami mengadakan kegiatan serupa, jumlah siswa kami semakin bertambah,” tambahnya.

Pelepasan dan tasyakuran siswa SDN 3 Lenek Daya yang penuh nuansa tradisional ini disambut antusias oleh para orang tua siswa, salah satunya Pak Sukiman.

Ia mengatakan, rangkaian acara ini dapat menjadi penyemangat bagi orang tua untuk mendorong pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi.

“Kegiatan seperti ini lebih baik daripada perpisahan yang dilakukan dengan liburan,” ujar Sukiman.

Menurutnya, mengajak orang tua murid berlibur dalam rangka perpisahan membutuhkan biaya besar dan hanya memberikan kesenangan sesaat.

“Beda dengan menampilkan kreasi anak, kegiatan ini dapat menyulut semangat anak dalam mengembangkan minat dan kreasi budaya,” terangnya. (lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:36 WITA

Viral! Video Asusila 4 Remaja di Bawah Umur Meresahkan Warga Tanjung Luar, Pihak Polisi Sedang Menyelidikinya

Rabu, 8 Juli 2026 - 05:07 WITA

Tahanan Asal Keruak Melangsungkan Pernikahan di Balik Jeruji Rutan Polres Lombok Timur

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:51 WITA

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Berita Terbaru

Bangkitnya Kelas Menengah. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Rabu, 8 Jul 2026 - 14:44 WITA