Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Temuan ini didapatkan setelah petugas melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan pasca adanya dugaan kasus keracunan. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

Temuan ini didapatkan setelah petugas melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan pasca adanya dugaan kasus keracunan. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur menemukan kandungan bakteri Escherichia Coli (E-Coli) melebihi ambang batas normal di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan ini didapatkan setelah petugas melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan pasca adanya dugaan kasus keracunan.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap dua jenis sampel, yaitu makanan yang tersimpan di bank sampel dapur MBG serta sisa makanan yang telah dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur sekaligus Anggota Satgas MBG, Lalu Aries Fahrozi, menjelaskan bahwa setiap SPPG memang diwajibkan menyimpan sampel makanan harian untuk kebutuhan evaluasi dan antisipasi seperti ini. Dari hasil uji klinis, kadar bakteri E-Coli pada salah satu sampel makanan terbukti melonjak di atas batas aman.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

Menurut Aries, tingginya kadar bakteri tersebut diduga kuat dipicu oleh prosedur higienitas dan pengolahan makanan yang kurang tepat.

“Bakteri E-Coli sebenarnya banyak ditemukan di lingkungan sekitar, tetapi pada kadar yang melebihi batas normal seperti temuan ini, bakteri tersebut dapat memicu gangguan kesehatan atau kondisi patologis,” ujar Aries, Rabu 10 Juni 2026.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Pihak Dikes sejauh ini belum merilis angka pasti hasil laboratorium tersebut karena masih menunggu penyusunan data resmi yang akan dipublikasikan secara lengkap kepada masyarakat.

Menyusul temuan zat patogen ini, nasib dan keberlanjutan operasional dapur MBG yang bersangkutan masih belum ditentukan. Pihak Dinas Kesehatan akan segera membawa hasil uji laboratorium ini ke tingkat penentu kebijakan.

“Mengenai keputusan kelanjutan operasional dapur tersebut, tentu akan kami bahas dan koordinasikan lebih lanjut bersama Satgas MBG dan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. ***

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA