Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, IPDA Evi Dwi Puspa saat diwawancarai di kantornya (doc. Zan)

Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, IPDA Evi Dwi Puspa saat diwawancarai di kantornya (doc. Zan)

LOMBOKINI.com – Tingkat kepatuhan masyarakat Kabupaten Lombok Timur dalam tertib berlalu lintas dinilai masih sangat memprihatinkan.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur mencatat angka kepatuhan pengendara di wilayah tersebut saat ini masih berada di bawah 50 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, IPDA Evi Dwi Puspa, saat ditemui di Gedung Pelayanan BPKB Polres Lombok Timur pada Kamis (25/6/2026).

“Jika boleh jujur, bisa kami bilang kepatuhan masyarakat Lombok Timur di bawah 50 persen. Tingkat kepatuhan ini masih sangat kurang,” ujar Evi.

Menurut Evi, kesadaran masyarakat sering kali mengendur pada waktu-waktu tertentu, khususnya saat sore hari ketika petugas kepolisian sudah tidak berjaga di jalan.

Padahal, tertib lalu lintas seperti menggunakan helm esensial untuk keselamatan diri sendiri, bukan demi menghindari aparat.

Evi bahkan memberikan analogi ekstrem terkait kerugian finansial dan fatalitas akibat enggan menggunakan pelindung kepala.

“Tolong patuhi ketertiban lalu lintas. Operasi kepala itu (bisa menghabiskan biaya) Rp200 jutaan, itu sangat banyak ketimbang membeli helm yang harganya hanya Rp150 ribu saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Tingginya angka ketidakpatuhan ini berbanding lurus dengan fatalitas kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Evi menggambarkan, jika tidak ada penanganan serius, angka kematian akibat kelalaian berkendara di Lombok Timur bisa sangat mengerikan.

“Bayangkan kalau seumpamanya di satu kecamatan setiap hari menyumbang nyawa, harus berapa nyawa yang jatuh hanya karena kelalaian tidak ingin tertib berlalu lintas?” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Satlantas Polres Lombok Timur menegaskan bahwa penegakan keamanan dan keselamatan jalan tidak bisa dilakukan sepihak.

Dibutuhkan sinergi dari seluruh lini, mulai dari tokoh masyarakat, aparat desa, hingga bantuan dari Bupati Lombok Timur. Ia juga meminta peran aktif media massa untuk membantu mengedukasi warga secara masif.

Menyoroti tingginya angka pelanggaran di kalangan pelajar, Satlantas Lombok Timur kini tengah gencar melancarkan program mitigasi yang menyasar langsung institusi pendidikan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi tingginya angka kecelakaan.

Baca Juga :  Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

“Untuk anak SD dan SMP kami ada program Goes to School berbentuk sosialisasi. Namun untuk tingkat SMA, kami tingkatkan menjadi Mitigasi Laka Lantas. Terakhir, kami mendatangi sekolah-sekolah, seperti SMA 1 Pringgabaya dan SMA 1 Terara, untuk memberikan materi Safety Riding,” jelas Evi sambil menunjukkan buku-buku yang disiapkan sebagai hadiah (reward) bagi siswa yang aktif.

Terkait fenomena pelajar di bawah umur yang nekat membawa kendaraan, Evi mengingatkan dengan tegas agar orang tua mengambil peran protektif.

“Anak di bawah umur belum memiliki SIM dan tidak boleh berkendara. Solusinya, orang tua harus mengantar atau memanfaatkan angkutan umum demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sebagai tips, Evi menekankan bahwa budaya tertib lalu lintas harus dibangun dari lingkup terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga, sebelum meluas ke tingkat komunitas.

“Dimulai dari rumah. Jika orang tua disiplin menggunakan helm, otomatis akan ditiru oleh anak-anak dan lingkungan sekelilingnya,” pungkas Evi. ***

Berita Terkait

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur melepas Dandim dan Kapolres lama serta menyambut pejabat baru dalam pisah sambut dua jabatan sekaligus, Selasa 14 Juli 2016 malam di Pendopo Bupati. (Foto: Lombokini.com/Humas).

Lombok Timur

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Jul 2026 - 12:19 WITA

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA