Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Riki menegaskan bahwa kekuatan sastra terletak pada keabadiannya yang melintasi batas waktu, sangat berbeda dengan fenomena viral di media sosial yang sifatnya sementara.

Riki menegaskan bahwa kekuatan sastra terletak pada keabadiannya yang melintasi batas waktu, sangat berbeda dengan fenomena viral di media sosial yang sifatnya sementara.

 

LOMBOKINI.com — Sastrawan kelahiran Sumatra itu, Riki Dhamparan Putra, memberikan pandangan kritis mengenai fenomena digital dan mutu karya sastra dalam sebuah acara diskusi publik yang bertajuk “Sastra dan Masyarakat Platform”.

Dalam pemaparannya, ia menyoroti bagaimana algoritma media sosial hari ini mendikte popularitas, yang sering kali mengorbankan nilai esensial dari sebuah mutu karya.

Ia memaparkan, viralisasi itu alat baru yang menjadi bukti bahwa kecerdasan algoritma menjadi dasar dari pembuatan platform yang kita pakai, seperti Instagram.

“Sistem ini bekerja berdasarkan jumlah suka, jumlah subscriber, dan aspek kuantitas. Viralisasi terjadi karena ada alat yang mendorong kita, sehingga kebodohan kita difasilitasi oleh alat tersebut, bukan oleh kesadaran kita sendiri,” ujar Riki.

Menurutnya, nilai kebaikan dan mutu dalam bersastra tidak boleh dikorbankan demi tren popularitas sesaat yang digerakkan oleh teknologi.

Ia menegaskan bahwa karya yang tidak bermutu tidak akan pernah bertahan sampai dari seribu tahun lagi. Ia menjelaskan kenapa karya yang bermutu itu bisa bertahan lama dengan meminjam baris puisi Chairil Anwar, ‘rasaku tidak dikandung alam’. Artinya, terangnya, kita tidak bisa menjadikan ukuran zaman yang mempopulerkan sebuah karya sastra lewat merek, produk, atau teknologi sebagai standar mutu.

Baca Juga :  Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

“Sastra yang bermutu itu konsisten dari dulu sampai sekarang; ia dibaca terus-menerus karena selalu mengingatkan manusia akan dirinya sendiri,” lanjutnya.

Lebih lanjut lagi, ia menjelaskan bahwa esensi dari puisi dan sastra yang bermutu sebenarnya sangat sederhana dan tidak melulu membutuhkan penjelasan teoretis yang rumit. Ia kembali merujuk pada salah satu baris puisi ikonik milik Chairil Anwar untuk membandingkannya dengan realitas gawai saat ini.

“Sebenarnya tidak perlu penjelasan teoretis yang rumit untuk memahami sastra Indonesia. Chairil Anwar sudah menyederhanakannya dalam bait: ‘Kaca jernih dari luar segala tampak’. Itulah mutu yang ia maksudkan. Sebaliknya, gadget kita adalah kaca yang buram karena pikiran kita tidak bekerja di sana dan kita terlalu mudah dipengaruhi oleh hal-hal superfisial di dalamnya,” tambah Riki.

Baca Juga :  CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Di akhir penyampaiannya, Riki menegaskan bahwa kekuatan sastra terletak pada keabadiannya yang melintasi batas waktu, sangat berbeda dengan fenomena viral di media sosial yang sifatnya sementara.

“Apa itu sastra dan puisi yang bermutu? Cukup baca puisi Chairil Anwar: ‘Kaca jernih dari luar segala tampak’. Sastra yang bermutu itu bebas dari ruang dan waktu yang fana. Fenomena viral dan eksistensi itu sifatnya fana—sebentar lalu hilang—tetapi sajak yang berkualitas tidak akan demikian,” tuturnya.

Sebagai penutup, ia mencontohkan teks keagamaan atau sastra tradisi seperti Barzanji yang mutunya tetap terjaga melintasi abad karena kualitas nilai yang dikandungnya.

“Seperti tradisi Barzanji yang berasal dari abad lampau namun masih dibaca hari ini karena mutunya. Karya-karya yang bermutu pada akhirnya akan selalu menentang zaman,” pungkas Riki.

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu
Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor
Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WITA

Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu

Minggu, 6 September 2026 - 06:48 WITA

Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WITA

Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46 WITA

HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA