TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Senin, 15 Juni 2026 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra'yal Ain Warisin, menghadiri kegiatan peringatan HKG PKK ke-54 dan HARGANAS ke-33 di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Senin 15 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra'yal Ain Warisin, menghadiri kegiatan peringatan HKG PKK ke-54 dan HARGANAS ke-33 di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Senin 15 Juni 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – TP-PKK Provinsi NTB dan TP-PKK Kabupaten Lombok Timur memperkuat kolaborasi lintas sektor. Keduanya berkomitmen menjadikan Desa Sakra sebagai model Desa Berdaya yang sehat, produktif, dan mandiri.

Mereka merealisasikan komitmen itu melalui kegiatan terpadu. Acara tersebut berlangsung dalam rangka HKG PKK ke-54 dan HARGANAS ke-33. Kegiatan digelar di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Senin 15 Juni 2026.

Kegiatan terpadu itu mewujudkan sinergi antarpihak. TP-PKK Provinsi NTB, TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, perangkat daerah, dan Pemerintah Desa Sakra turut berpartisipasi. Mereka mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.

Program itu menyasar empat fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan pangan. Kedua, peningkatan kualitas kesehatan. Ketiga, pemberdayaan perempuan. Keempat, pengembangan ekonomi lokal melalui UMKM dan koperasi.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, menegaskan pentingnya pembangunan desa berkelanjutan. Menurutnya, hal itu hanya terwujud melalui kerja sama erat antarpemangku kepentingan.

“Desa Berdaya tidak lahir dari kerja satu pihak. Sinergi antara pemerintah, PKK, kader, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Kolaborasi itu mampu menghadirkan perubahan nyata. Perubahan tersebut mencakup penyelesaian persoalan sosial, peningkatan kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Sinta menambahkan, pemberdayaan masyarakat harus berlangsung secara terpadu. Ia meminta semua pihak menghilangkan ego sektoral. Selain itu, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Ia menilai desa tangguh tidak cukup diukur dari pembangunan fisik. Kualitas keluarga, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan kemampuan ekonomi warga juga menjadi indikator penting.

TP-PKK Provinsi NTB berkomitmen pada keberlanjutan program. Lembaga itu akan mendampingi, memonitor, dan mengevaluasi Desa Sakra secara berkala. Desa tersebut ditetapkan sebagai pilot project Desa Berdaya.

Sinta berharap hasil pendekatan kolaboratif itu mulai terlihat pada akhir 2026. Ia optimistis model ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di NTB.

Senada dengan Sinta, Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Warisin, mengungkapkan potensi besar Desa Sakra. Menurutnya, desa itu dapat berkembang melalui penguatan UMKM dan koperasi. Kedua sektor tersebut menunjukkan perkembangan positif.

Ia menekankan keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada modal besar. Kepercayaan dan tanggung jawab anggota menjadi faktor penentu.

“Perkembangan UMKM di Desa Sakra sudah cukup baik. Demikian pula dengan koperasinya. Namun, kepercayaan tetap harus kami bangun terus. Jangan sampai anggota hanya siap meminjam, tetapi enggan memenuhi kewajiban. Modal utama koperasi adalah kepercayaan. Jika kami menjaganya, koperasi akan tumbuh sehat. Koperasi yang sehat mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” tegas Ra’yal.

Usai pembukaan di Bale Sangkep Desa Sakra, rombongan meninjau sejumlah program unggulan. Ketua TP-PKK Provinsi NTB bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur memimpin peninjauan tersebut.

Baca Juga :  Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Mereka mengunjungi tiga lokasi utama. Pertama, Kebun Terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kedua, pusat pengembangan koperasi desa yang menopang ekonomi masyarakat. Ketiga, Posyandu Mawar Putih yang meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu itu juga mendukung percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad N.Y., menyampaikan apresiasinya. Ia bersyukur Desa Sakra terpilih sebagai lokasi kegiatan terpadu tersebut.

Menurutnya, kolaborasi dengan TP-PKK memberikan semangat baru bagi masyarakat. Sinergi itu juga mendorong produktivitas warga.

“Respons masyarakat sangat positif. Sinergi antara pemerintah desa, kader PKK, kader posyandu, dan kelompok perempuan terus kami perkuat. Kami ingin masyarakat semakin produktif dengan memanfaatkan potensi lokal. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Kolaborasi TP-PKK Provinsi NTB dan TP-PKK Lombok Timur menegaskan satu hal. Pembangunan desa yang berpusat pada keluarga memerlukan kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri.

Penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan UMKM, dan pembangunan koperasi sehat menjadi kunci keberhasilan. Keempat pilar itu harus dipercaya masyarakat.

Desa Sakra diharapkan menjadi contoh nyata Desa Berdaya. Model ini mampu menginspirasi desa-desa lain di NTB. Tujuannya mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Gubernur NTB Dukung Penuh Pelaksanaan UKW SMSI 28-29 Juli
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur melepas Dandim dan Kapolres lama serta menyambut pejabat baru dalam pisah sambut dua jabatan sekaligus, Selasa 14 Juli 2016 malam di Pendopo Bupati. (Foto: Lombokini.com/Humas).

Lombok Timur

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Jul 2026 - 12:19 WITA

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA