Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam dialog publik bertema "MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN" yang diinisiasi HMI Cabang Selong pada Ahad malam (5/7), program prioritas nasional ini disoroti baik dari segi dampak ekonomi maupun tata kelola administrasinya.

Dalam dialog publik bertema "MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN" yang diinisiasi HMI Cabang Selong pada Ahad malam (5/7), program prioritas nasional ini disoroti baik dari segi dampak ekonomi maupun tata kelola administrasinya.

 

LOMBOKINI.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Timur memicu perputaran uang yang masif sekaligus menjadi lokus terbesar di daerah.

Dalam dialog publik bertema “MBG dalam Perspektif Baru: Antara Kepentingan Rakyat atau Beban APBN” yang diinisiasi HMI Cabang Selong pada Ahad malam (5/7), program prioritas nasional ini disoroti baik dari segi dampak ekonomi maupun tata kelola administrasinya.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, memaparkan bahwa pembiayaan MBG murni bersumber dari APBN, sehingga tidak membebani APBD.

Di Lombok Timur, intervensi anggaran ini menggerakkan ekonomi lokal secara masif melalui 262 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyerap tenaga kerja setempat.

Alokasi gaji untuk karyawan, pengelola, dan relawan mencapai lebih dari Rp29 miliar, sementara belanja bahan makanan menembus angka lebih dari Rp132 miliar per bulan.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Sekda meluruskan bahwa dari kacamata manajemen publik, program ini merupakan bagian dari administrasi pembangunan yang harus berorientasi pada solusi dan hasil nyata, bukan administrasi negara yang kaku.

Mengingat program ini sudah berjalan, ia mendorong para akademisi dan mahasiswa untuk melakukan penelitian ilmiah sebagai bahan perbaikan.

“Karakteristik kebijakan publik yang baik adalah dapat dievaluasi dan disempurnakan. Tidak ada kebijakan yang begitu lahir langsung sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran adalah hal yang wajar dan sangat diperlukan,” tegas Juaini Taofik saat menyampaikan materinya.

Dari sisi birokrasi, Sekda menambahkan pentingnya desentralisasi urusan operasional kepada Gubernur maupun Pemerintah Kabupaten/Kota demi efektivitas pengawasan di lapangan.

Di tempat yang sama, Senior HMI, Muhammad Saleh, memberikan pandangan dari perspektif negara kesejahteraan (welfare state). Menurutnya, MBG merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan primer pangan rakyat. Kendati demikian, sebagai program yang lahir dari janji kampanye, MBG dinilai kental dengan pendekatan politik populis.

Baca Juga :  UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Saleh mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa-gesa mengejar implementasi tanpa kesiapan sistem yang matang.

Sebagai solusi, ia menawarkan alternatif tata kelola distribusi berbasis zonasi desa atau kecamatan melalui penguatan kantin sekolah demi menjamin higienitas dan meminimalkan celah korupsi. Ia pun meminta mahasiswa untuk aktif mengawal program ini menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini sangat baik, manakala tata kelolanya benar-benar akuntabel, higienitasnya terjamin, dan bersih dari praktik korupsi,” ujar Muhammad Saleh di akhir dialog.

Acara yang berlangsung interaktif tersebut turut dihadiri oleh kalangan akademisi serta berbagai organisasi kemasyarakatan setempat.

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA