LOMBOKINI.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur terus berupaya menekan angka kecelakaan melalui program pembinaan komunitas kendaraan yang kini dikemas secara lebih fleksibel dan humanis.
Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), pihak kepolisian mengajak seluruh klub motor di Lombok Timur untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan edukasi tata cara berkendara yang aman.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Lombok Timur, Ipda Evi Dwi Puspa, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan bagian dari program “Polantas Menyapa”.
Pendekatan yang dilakukan sengaja dibuat santai agar pesan edukasi lebih mudah diterima oleh generasi muda.
“Prosedurnya sangat fleksibel. Komunitas yang ingin dibina cukup bersurat atau menghubungi kami via WhatsApp. Saat mereka sedang berkumpul atau nongkrong santai, kami yang akan turun mendatangi lokasi untuk berdiskusi sekaligus memberikan edukasi,” ujar Evi saat ditemui di Gedung Pelayanan BPKB Polres Lombok Timur, Kamis (25/6).
Tujuan utama dari pembinaan ini adalah untuk mengarahkan para pengendara agar lebih tertib dan patuh hukum, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisasi.
Pihak Satlantas juga menekankan pentingnya mengubah citra negatif komunitas motor yang selama ini kerap diidentikkan dengan aksi ugal-ugalan atau penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat.
Sejauh ini, komunitas Vespa tercatat sebagai kelompok yang paling aktif menjalin komunikasi dan rutin meminta pembinaan dari Satlantas Polres Lombok Timur.
Sementara untuk beberapa komunitas lain, regenerasi anggota yang dinamis membuat kepengurusannya belum terdaftar secara resmi.
Meski mengedepankan pendekatan yang persuasif dan santai, Satlantas Polres Lombok Timur memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi komunitas yang tetap membandel setelah dibina.
Sanksi hukum tegas hingga pembubaran komunitas siap diterapkan bagi mereka yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.
“Langkah hukum tegas akan diambil tanpa toleransi karena mereka yang sudah dibina otomatis sudah mengetahui aturan. Apalagi menjelang Operasi Patuh dalam waktu dekat, kami akan melakukan penyaringan ketat, terutama terhadap pelanggaran seperti penggunaan knalpot brong dan pengendara tanpa helm,” pungkas Evi.
Penulis : Paozan Azima







