LOMBOKINI.com – Seorang pendaki bernama Hamzanwadi (40), seorang karyawan honorer asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun.
Korban diduga mengalami kelelahan ekstrem dan sesak napas sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di area perkemahan pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.
Peristiwa bermula ketika korban melakukan pendakian bersama empat orang rekan dan anak-anak melalui Jalur 2 (Lendakuta) sekitar pukul 16.00 WITA. Dalam perjalanan, korban sempat menghubungi istrinya, Agus Alfiani, melalui sambungan telepon untuk mengabarkan kondisinya.
“Saya mulai kelelahan dan dada mulai sesak,” kata Hamzanwadi saat menghubungi istrinya pukul 17.33 WITA. Meski sang istri sempat memintanya untuk kembali ke basecamp, korban bersikeras menuntaskan perjalanan ke puncak karena posisi sudah setengah jalan.
Sesampainya di lokasi camp, korban mendirikan tenda, mengalami muntah-muntah, lalu beristirahat. Tak lama berselang saat waktu Maghrib, anak korban yang berada di dalam tenda berteriak histeris.
Rekan korban, Sabri (41), yang bergegas memeriksa menemukan korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pemeriksaan awal dari pendaki sekitar menunjukkan denyut nadi dan napas korban sudah terhenti sekitar pukul 19.20 WITA.
Mendapat informasi tersebut, pihak keluarga langsung menuju basecamp dan berkoordinasi dengan pengelola bukit. Tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Piket Jaga Polsek Sembalun, Basarnas Pos SAR Kayangan, pengelola bukit, tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, dan pihak keluarga langsung bergerak ke lokasi untuk menurunkan korban.
Jenazah korban berhasil dievakuasi tiba di basecamp pada Minggu dini hari (5/7) pukul 00.20 WITA dan langsung dilarikan menggunakan ambulans ke Puskesmas Sembalun.
Tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, Mustiadi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban dipastikan telah meninggal dunia sejak berada di area camp sekitar pukul 19.20 WITA.
Tim medis juga menegaskan tidak ditemukan adanya bekas benturan atau luka di sekujur tubuh korban. Berdasarkan catatan tambahan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi (diabetes).
Pihak puskesmas telah menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga pada pukul 01.35 WITA untuk dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans Desa Rempung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah, namun masih memusyawarahkan terkait perlu atau tidaknya dilakukan tindakan otopsi. Keseluruhan proses koordinasi dan evakuasi selesai pada pukul 02.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.
Penulis : Paozan Azima







