Diketahui Punya Riwayat Diabetes, Seorang Pendaki Asal Pringgasela Meninggal Dunia di Bukit Savana Dandaun

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi (doc. Humas Polres Lombok Timur)

Proses evakuasi (doc. Humas Polres Lombok Timur)

 

LOMBOKINI.com – Seorang pendaki bernama Hamzanwadi (40), seorang karyawan honorer asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di Bukit Savana Dandaun, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun.

Korban diduga mengalami kelelahan ekstrem dan sesak napas sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di area perkemahan pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.

Peristiwa bermula ketika korban melakukan pendakian bersama empat orang rekan dan anak-anak melalui Jalur 2 (Lendakuta) sekitar pukul 16.00 WITA. Dalam perjalanan, korban sempat menghubungi istrinya, Agus Alfiani, melalui sambungan telepon untuk mengabarkan kondisinya.

“Saya mulai kelelahan dan dada mulai sesak,” kata Hamzanwadi saat menghubungi istrinya pukul 17.33 WITA. Meski sang istri sempat memintanya untuk kembali ke basecamp, korban bersikeras menuntaskan perjalanan ke puncak karena posisi sudah setengah jalan.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Sesampainya di lokasi camp, korban mendirikan tenda, mengalami muntah-muntah, lalu beristirahat. Tak lama berselang saat waktu Maghrib, anak korban yang berada di dalam tenda berteriak histeris.

Rekan korban, Sabri (41), yang bergegas memeriksa menemukan korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pemeriksaan awal dari pendaki sekitar menunjukkan denyut nadi dan napas korban sudah terhenti sekitar pukul 19.20 WITA.

Mendapat informasi tersebut, pihak keluarga langsung menuju basecamp dan berkoordinasi dengan pengelola bukit. Tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Piket Jaga Polsek Sembalun, Basarnas Pos SAR Kayangan, pengelola bukit, tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, dan pihak keluarga langsung bergerak ke lokasi untuk menurunkan korban.

Jenazah korban berhasil dievakuasi tiba di basecamp pada Minggu dini hari (5/7) pukul 00.20 WITA dan langsung dilarikan menggunakan ambulans ke Puskesmas Sembalun.

Baca Juga :  333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Tenaga kesehatan Puskesmas Sembalun, Mustiadi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban dipastikan telah meninggal dunia sejak berada di area camp sekitar pukul 19.20 WITA.

Tim medis juga menegaskan tidak ditemukan adanya bekas benturan atau luka di sekujur tubuh korban. Berdasarkan catatan tambahan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi (diabetes).

Pihak puskesmas telah menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga pada pukul 01.35 WITA untuk dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans Desa Rempung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah, namun masih memusyawarahkan terkait perlu atau tidaknya dilakukan tindakan otopsi. Keseluruhan proses koordinasi dan evakuasi selesai pada pukul 02.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru