DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Pujut

Jumat, 28 November 2025 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Lindung Pujut. (Foto: Lombokini.com).

DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Lindung Pujut. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lombok Tengah menyoroti maraknya alih fungsi lahan di Kecamatan Pujut. DLHK menduga kuat kawasan yang berbatasan langsung dengan persemaian Mandalika ini merupakan hutan lindung yang beralih fungsi.

Kepala DLHK Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut pada Jumat, 28 November 2025.

“Perubahan fungsi lahan di kawasan ini berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Timnya menemukan area yang diduga sebagai hutan lindung kini tampak tandus. “Di sekitarnya gundul sekali. Kami menemukan area di luar pagar yang diduga sebagai hutan lindung, namun kondisinya sudah gundul. Sangat disayangkan,” ujar Sarkin.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Faktor ekonomi masyarakat mendorong mereka mengalihfungsikan lahan ini. Sarkin menilai masyarakat mungkin belum sepenuhnya memahami dampak lingkungan dari hal tersebut, baik jangka pendek maupun panjang.

“Mereka mungkin mengira dampaknya hanya sesaat. Karena itu, kami masih perlu meningkatkan pemahaman tentang konsekuensi jangka panjang,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, DLHK telah menjalankan program edukasi dan kampanye penyadaran tentang pemanfaatan lahan kritis.

Baca Juga :  Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

“Kami memiliki program sosialisasi tidak hanya terkait sampah, tetapi juga pemanfaatan lahan yang tepat,” tegas Sarkin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim DLHK menjumpai banyak indikasi alih fungsi lahan menjadi area pertanian, seperti untuk penanaman jagung. Namun, pihaknya belum dapat memastikan luas total lahan yang berubah fungsi.

“Kami kesulitan mengukur total luasannya. Akan tetapi, jelas terlihat banyak lahan yang beralih fungsi dari hutan menjadi pertanian, pemukiman, hingga pembangunan,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang
Gema Alam NTB dan WRI Indonesia Libatkan Perempuan Desa Awasi Kawasan Hijau
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
Merawat Ruang Hidup di Hari Kemerdekaan: Komunitas Adat Batu Rentek Mengajak Warga Aikmel untuk Sadar Ekologis
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 September 2026 - 19:13 WITA

Lombok Timur Tiba-tiba 131 Tahun: Sang Keliru Carente Mikir

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur: ‘Onder Afdeling’

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Pertanian Lombok Timur Tumbuh 5,08 Persen, Momentum Baru Ekonomi Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WITA

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Berita Terbaru