Penguatan TC Berjenjang Dongkrak Kemampuan Kafilah MTQ Lotim, Pelatih Antisipasi Jeda Lomba

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Pelatihan Pembinaan dan Prestasi LPTQ Lombok Timur, Eka Budiansyah, mengungkapkan bahwa pihak LPTQ telah menyepakati sebuah langkah strategis agar kemampuan ingatan para peserta, khususnya cabang hafalan, tidak kendor selama masa libur pemusatan latihan. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Koordinator Pelatihan Pembinaan dan Prestasi LPTQ Lombok Timur, Eka Budiansyah, mengungkapkan bahwa pihak LPTQ telah menyepakati sebuah langkah strategis agar kemampuan ingatan para peserta, khususnya cabang hafalan, tidak kendor selama masa libur pemusatan latihan. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

LOMBOKINI.com – Sistem pemusatan latihan (Training Center/TC) berjenjang yang diterapkan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama Pemerintah Daerah Lombok Timur dinilai jauh lebih efektif meningkatkan kualitas kafilah. Memasuki hari kedua pembekalan dan pelatihan pelaksanaan TC Terpusat Tahap Kedua di Tetebatu pada Jumat 22 Mei 2026, grafik kemampuan 54 peserta menunjukkan progres yang signifikan.

Berbeda dengan format tahun-tahun sebelumnya, skema pembinaan menjelang MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB tahun ini diperkuat melalui tiga tahapan besar, yakni TC Mobile, TC Terpusat Tahap Pertama di Ponpes Nurul Islah Keruak, hingga TC Terpusat Tahap Kedua di Tete Batu.

Meski peningkatan kualitas peserta terus meroket, tim pelatih tetap bersiaga mengantisipasi penurunan performa pasca-TC Tete Batu berakhir pada Senin mendatang. Pasalnya, terdapat rentang waktu sekitar 10 hari sebelum hari H perlombaan di Lombok Tengah.

Koordinator Pelatihan Pembinaan dan Prestasi LPTQ Lombok Timur, Eka Budiansyah, mengungkapkan bahwa pihak LPTQ telah menyepakati sebuah langkah strategis agar kemampuan ingatan para peserta, khususnya cabang hafalan, tidak kendor selama masa libur pemusatan latihan.

“Kami di LPTQ Lombok Timur sepakat tidak melepas peserta begitu saja karena jarak libur dengan hari lomba cukup lama, yakni 10 hari lebih. Ini bisa memengaruhi kekuatan ingatan dan hafalan. Untuk menjaganya, TC lanjutan akan tetap berjalan, termasuk menginapkan peserta di pondok kami masing-masing,” papar Eka Budiansyah saat diwawancarai, Jumat 22 Mei 2026.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Menangani peserta dari berbagai latar belakang, Eka tidak menampik adanya kendala tersendiri di lapangan, terutama pada kategori beregu seperti cabang Syarhil Quran dan Fahmil Quran yang dihuni oleh 9 peserta dari Dibama. Menurutnya, menyatukan perbedaan karakter dan kecepatan belajar antar-individu di dalam grup membutuhkan formula khusus.

“Kendala kami adalah menyatukan karakter belajar peserta yang berbeda-beda, terutama di cabang beregu seperti Syarhil dan Fahmil Quran. Karena itu, kami melakukan pendekatan individual guna memahami karakter mereka dan memberikan solusi sesuai kemampuan belajarnya masing-masing,” terangnya.

Selain persoalan teknis, faktor mentalitas juga menjadi perhatian serius pelatih, terutama bagi para peserta debutan yang kerap dihantui rasa tidak percaya diri (nervous). Untuk mengatasinya, tim pelatih menerapkan dua metode khusus: simulasi tampil di depan sesama peserta (uji publik) dan pendekatan spiritual.

“Cara kami melatih mental mereka ada dua. Pertama melalui uji publik dengan tampil di depan teman-temannya. Kedua dengan menata niat mereka agar tidak sekadar berlomba, melainkan mesyiarkan Al-Qur’an di NTB. Motivasi ini membuat mereka berlatih dengan lebih bersemangat dan enjoy,” urai Eka.

Ia pun berharap agar di sisa waktu yang ada, seluruh peserta dapat memprioritaskan kesehatan fisik mereka.

“Karena, bagaimanapun persiapan teknik, kuatnya hafalan, dan sudah berapa banyak hasil dari mengikuti banyak TC, kalau kesehatan tidak dijaga semua jenjang itu akan rusak semua,” tegasnya.

Baca Juga :  80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026

Dampak positif dari matangnya konsep pembinaan tahun ini dirasakan langsung oleh para kafilah. Puji Astuti Ramadhani Putri, peserta senior asal Aikmel yang merupakan peraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi NTB tahun 2024, mengaku sangat menikmati jalannya karantina kali ini.

Puji mengungkapkan bahwa pendekatan emosional yang diterapkan oleh pelatih membuat suasana ruang latihan menjadi sangat cair dan bebas dari tekanan mental yang berarti.

“Alhamdulillah selama melakukan pembekalan sekaligus pelatihan saya belum pernah merasakan stres atau ketegangan mental, karena dari pelatih dan pihak panitia sendiri kami dilatih sambil bermain, dan selalu dikasih motivasi. Tidak ada cara pelatih yang membuat kami para peserta menjadi stres dan semacamnya,” akui Puji.

Ia pun memuji terobosan LPTQ yang menambah intensitas tahapan pelatihan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang dirasanya kurang maksimal.

“TC tahun ini, secara jenjang pembelajaran dan pelatihan, sangat lebih efisien dan bagus daripada TC tahun kemarin. Dulu, TC-nya hanya dilakukan satu kali, dan itu hanya TC Terpusat. Dan sekarang TC-nya ada tiga tahap, yakni TC mobile, TC terpusatnya kemudian dilakukan dua kali. Jadi untuk tahun sekarang ini TC-nya diperkuat oleh pihak LPTQ,” tutup Puji penuh apresiasi.

Dari berita ini dimuat, TC Terpusat MTQ XXXI 2026 di Tete Batu sudah berlangsung selama tiga hari sejak hari pembukaannya secara seremonial. ***

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI
Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)
Sastra Menjadi ‘Suaka’ di Tengah Absurditas Era Digitalisasi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14 WITA

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WITA

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WITA

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:39 WITA

Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terbaru

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA