Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua penyair muda asal Mataram, Abed Ilyas serta Gilang Sakti Ramadhan menjelaskan

Dua penyair muda asal Mataram, Abed Ilyas serta Gilang Sakti Ramadhan menjelaskan "Tubuh Kolektif dalam Akal Imitasi"

LOMBOKINI.com — Komunitas Kelas Reading Buya Syafii Maarif menggelar agenda tahunan Haul Ahmad Syafii Maarif ke-4 di Kafe Kabar Baik Rumah BUMN, Selong, pada Minggu (31/5/2026).

Perhelatan yang diinisiasi sejak tahun 2023 tersebut secara khusus menyoroti dinamika perkembangan teknologi mutakhir lewat tema besar “Seni dan Manusia di Era Artificial Intelligence”. Pilihan tema ini lahir sebagai respons atas kecemasan kolektif terhadap masa depan eksistensi kemanusiaan di tengah kepungan kecerdasan buatan.

Anggota komunitas sekaligus pelaksana perayaan haul, Hamkani, menjelaskan bahwa esensi utama dari peringatan berkala ini adalah menghidupkan kembali pemikiran dan nilai-nilai luhur sang tokoh ke dalam ruang kontekstual masa kini. Menurutnya, relevansi pemikiran Buya Syafii sangat kuat dalam menuntun arah perkembangan zaman yang serbadigital.

“Kami ingin merefleksikan kembali kegelisahan seputar eksistensi manusia di era teknologi modern. Buya Syafii selalu mengingatkan bahwa manusia memegang tanggung jawab penuh sebagai pengguna teknologi, bukan sebaliknya, agar kita tidak menjadi manusia tanpa guna,” ujar Hamkani.

Rangkaian kegiatan haul tersebut berlangsung maraton sejak pagi hingga malam hari. Agenda diawali pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA dengan Sesi I berupa Lokakarya Penulisan Esai bertajuk “Dasar-Dasar Penulisan Esai” yang menghadirkan penyair perempuan NTB Ilda Karwayu dan dimoderatori oleh Ulwatul Birriyah.

Memasuki siang hari, acara dilanjutkan pada pukul 14.00 hingga 16.00 WITA melalui Sesi II Diskusi Publik bertema “Buya Syafii: Menjaga Kewarasan di Era Teknologi” bersama narasumber Rizkul Hamkani dan Khaerul Majdi di bawah panduan moderator M. Zainul Arifin.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Diskusi publik berlanjut pada Sesi III pukul 16.00 hingga 18.00 WITA dengan tajuk “Tubuh Kolektif dalam Akal Imitasi” yang dipantik oleh dua penyair muda asal Mataram, Abed Ilyas serta Gilang Sakti Ramadhan dengan moderator Angkasa.

Pada malam hari, sesi diskusi publik terakhir atau Sesi IV digelar pukul 19.00 hingga 21.00 WITA dengan mengangkat tema “Strategi Adaptasi Seni di Era Artificial Intelligence” bersama narasumber Yuspianal Imtihan dan Qori Bayyinaturrosyi yang dipandu oleh moderator Azhari Wathoni.

Yuspianal Imtihan, yang juga bertindak sebagai penampil sekaligus vokalis Armonica, menekankan bahwa secanggih apa pun kecerdasan buatan, pusat kendali tetap berada di tangan manusia sebagai penggunanya. Forum edukasi seperti ini dinilai krusial untuk melatih kepekaan masyarakat.

“Secanggih apa pun AI, manusialah pusat kendalinya karena kita adalah pengguna. Melalui acara ini, edukasi ditujukan agar manusia lebih selektif dan terampil untuk memilih memanfaatkan atau meninggalkan teknologi tersebut, meski pada akhirnya akan selalu lahir kelompok pro dan kontra,” papar Yuspianal.

Sebagai puncak acara sekaligus penutup, Sesi V yang berlangsung pukul 21.00 hingga 22.00 WITA diisi oleh Panggung Apresiasi yang menampilkan pertunjukan seni dari Teater Merah, Yuspianal Imtihan, Wahyu Nusantara Aji, Zajima Zan, Sakinatul Fuad, Nurhaliza, Ulwatul Birriyah, Rodia Biahsana A., hingga Eyok el-Abrori.

Zajima Zan, salah satu penampil sekaligus penyair asal Lombok Timur, turut memberikan pandangannya mengenai esensi acara. Menurutnya, perayaan haul ini memberikan bekal krusial bagi generasi masa kini dalam mempertahankan jati diri kemanusiaannya.

Baca Juga :  Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun

“Perayaan haul ini sangat mengasyikkan dan memberikan pemahaman signifikan dalam menghadapi zaman digital. Di sini kita dibekali pengetahuan untuk menjaga keautentikan manusia, yakni imajinasi. Sebab, imajinasi adalah sumber budaya, dan budayalah yang menjaga kewarasan kita,” tegas Zajima Zan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para partisipan yang hadir. Wira, salah seorang peserta yang mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir, menyatakan kepuasannya terhadap kualitas materi dan penyampaian para pemateri.

“Materi penulisan esai sangat saya butuhkan. Metode bimbingan dari Mbak Ilda Karwayu begitu interaktif dan membimbing ide peserta. Semua sesi berjalan relevan dan tidak membosankan, terlebih di bagian akhir dengan adanya pembacaan puisi dan penampilan musik dari Armonica yang membuat suasana sangat meriah,” kata Wira.

Apresiasi senada disampaikan oleh Baiq Rizki Yuni Lestari, seorang mahasiswa sekaligus penikmat sastra. Ia menilai lokakarya ini membantunya memahami struktur penulisan ilmiah secara lebih komprehensif.

“Sesi lokakarya membantu saya memahami sistematika penulisan esai secara terstruktur, dari yang sebelumnya hanya saya pelajari secara otodidak dari YouTube yang pemahamannya masih mengambang. Selain diskusi publiknya membuka ruang berpikir, ajang ini menjadi ruang strategis untuk bertemu langsung dengan para sastrawan, seniman, dan penyair muda,” akunya.

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid
Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:39 WITA

Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WITA

KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:37 WITA

Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WITA

Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:42 WITA

Gubernur NTB Dukung Penuh Pelaksanaan UKW SMSI 28-29 Juli

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA