Jurnalis Warga dan Konten Kreator Kampanyekan Irigasi Tetes untuk Lahan Kering

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irigasi tetes mengalirkan air dan nutrisi langsung ke setiap bibit tanaman melalui pipa. (Foto: Lombokini.com).

Irigasi tetes mengalirkan air dan nutrisi langsung ke setiap bibit tanaman melalui pipa. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Jurnalis warga dan konten kreator perempuan mengampanyekan teknik irigasi tetes di lahan kering Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, dengan memanfaatkan media sosial dan media alternatif serta menjadikan kebun warga sebagai lokasi percontohan.

Irigasi tetes mengalirkan air perlahan langsung ke zona akar tanaman melalui jaringan pipa berlubang kecil. Teknik ini menekan pemborosan air akibat penguapan maupun limpasan.

Ketua media komunitas Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi, sengaja menjadikan lahan pertanian warga sebagai ruang praktik sekaligus materi kampanye bagi jurnalis warga perempuan.

“Ini cara kami dari jurnalis warga perempuan untuk mengampanyekan kepada warga lainnya agar menggunakan irigasi tetes di lahan kering di Lombok Timur,” ujarnya di Suela, Rabu 6 Mei 2026.

Hajad menambahkan, organisasi non-pemerintah internasional Uni Eropa dan Pena Bulu mendukung kampanye ini. Kedua lembaga itu konsisten mendorong edukasi ekonomi hijau dan pemanfaatan lahan kering.

Baca Juga :  KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur

“Semoga kampanye ini menjadi edukasi bagi warga untuk ekonomi hijau di Lombok Timur,” harapnya.

Petani muda mempelopori penerapan irigasi tetes di desa tersebut. Salah satunya, Yonk (42), mengenal konsep ini dari pelatihan pertanian lahan kering dan informasi di media sosial.

“Kami belajar bahwa air yang sedikit pun bisa maksimal jika diberikan tepat sasaran. Di sini kemarau panjang, sumur mulai surut. Dengan irigasi tetes, kami tetap bisa menanam cabai dan tomat tanpa boros air,” ujarnya.

Petani menerapkan sistem sederhana. Mereka menghubungkan pipa utama ke tandon air yang mereka tinggikan sekitar satu meter. Dari pipa utama, selang kecil berlubang mengalirkan air menetes perlahan di sepanjang barisan tanaman sehingga tanah tetap lembap tanpa genangan.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Yonk juga menyebut metode itu memaksimalkan fungsi lahan kering saat kemarau.

“Lahan kering yang kami miliki jadi tetap produktif,” katanya.

Kepala Dusun Monek, Rasid Ridoh, mengapresiasi inovasi warganya dalam beradaptasi dengan kondisi alam.

“Kami tidak memiliki irigasi teknis dari bendungan, selama ini hanya mengandalkan tadah hujan. Sekarang ada alternatif yang bisa ditiru petani lain,” ujarnya.

Rasid berencana menyosialisasikan irigasi tetes kepada warga lain, terutama pemilik lahan kering. Meski begitu, ia mengakui tantangan sosialisasi masih ada, termasuk mendorong penggunaan pupuk organik.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan pendampingan teknis dan akses bahan baku terjangkau agar irigasi tetes menjangkau lebih banyak petani di Lombok Timur.

“Kami berharap konsep ini bisa meminimalisir biaya, membuat lahan kering lebih bermanfaat, dan menjangkau lebih banyak petani di Lombok Timur,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:58 WITA

Kejari Lombok Timur Dalami Kasus Lima Kades Diduga Gelapkan Dana Desa

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA

BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur memfasilitasi desa sasaran mengikuti Penilaian Ketangguhan Desa berbasis SIK SIAGA di Aula BPBD Lombok Timur, Kamis 30 Juli 2026. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:14 WITA