Greenhouse: Solusi Jitu Petani Cabai Hadapi Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen

Minggu, 15 Juni 2025 - 08:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Perkebunan bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB melakukan pemantauan di sentra produksi cabai Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, pada 26 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi)

Dinas Pertanian dan Perkebunan bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB melakukan pemantauan di sentra produksi cabai Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, pada 26 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi)

LOMBOKINI.com Cuaca ekstrem merusak tanaman cabai dan memicu ancaman gagal panen serta lonjakan harga. Namun, para petani kini beralih ke solusi jangka panjang dengan membudidayakan cabai menggunakan teknologi greenhouse.

Sistem ini terbukti efektif menjaga stabilitas produksi dan melindungi tanaman dari cuaca buruk.

Seorang petani sekaligus pebisnis cabai di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Haji Subhan membuktikan keberhasilan sistem greenhouse.

Ia menginvestasikan Rp 500 juta untuk membangun greenhouse seluas 20 are dan melengkapinya dengan sistem pengairan sprinkler.

“Greenhouse membuat produksi lebih stabil, cabai tahan hujan, dan kita bisa panen sepanjang tahun,” ujar Haji Subhan, pada Lombokini.com di kediamannya, Sabtu 14 Juni 2025.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Greenhouse membuat produksi lebih stabil, cabai tahan hujan, dan panen bisa dilakukan sepanjang tahun
Haji Subhan: Greenhouse membuat produksi lebih stabil, cabai tahan hujan, dan panen bisa dilakukan sepanjang tahun. (Foto: Lombokini.com).

Hasilnya, greenhouse membuat tanaman cabai lebih tahan penyakit, memiliki usia produksi hingga satu tahun, dan intensitas panen lebih tinggi dibanding lahan terbuka.

“Kami bisa mengembalikan modal dalam satu musim tanam,” tambahnya.

Serangan virus dan cuaca buruk sebelumnya sempat menurunkan produksi cabai hingga 50%, memicu lonjakan harga.

“Greenhouse bukan lagi pilihan, tapi keharusan agar petani bisa bertahan,” tegas Subhan.

Greenhouse membuat produksi lebih stabil, cabai tahan hujan, dan panen bisa dilakukan sepanjang tahun
Greenhouse terbukti efektif menjaga stabilitas produksi dan melindungi tanaman dari cuaca buruk. (Foto: Lombokini.com).

Dinas Pertanian Lombok Timur mendorong petani beralih ke teknologi ini. Plt. Kadis Pertanian, Lalu Fathul Kasturi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membantu 15 kelompok tani dengan greenhouse seluas 5 are per titik.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Plt. Kadis Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi.
Plt. Kadis Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi. (Foto: Lombokini.com).

Namun, kebutuhan masih jauh lebih besar mengingat luas tanam cabai di Lombok Timur mencapai 421,5 hektare dengan produktivitas rata-rata 4 ton per hektare.

Dengan produksi yang stabil, Lombok Timur berpeluang meningkatkan ekspor dan mendukung ketahanan pangan nasional.

“Inovasi ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi petani cabai di tengah tantangan cuaca ekstrem,” harap Lalu Kasturi. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Selong Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Gubernur NTB Dukung Penuh Pelaksanaan UKW SMSI 28-29 Juli
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:32 WITA

Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru