Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, S. Pd., M. Pd. (Foto: Lombokini.com/Azima).

Kadis Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, S. Pd., M. Pd. (Foto: Lombokini.com/Azima).

LOMBOKINI.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, mengumumkan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026. Sejumlah anggota DPR dan DPD RI mengusulkan bantuan tersebut.

“Bantuan revitalisasi sekolah dari usulan-usulan DPR RI sudah keluar. Ada yang lewat PKB, Gerindra, dan DPD,” kata Wathoni kepada media.

Pemerintah daerah mengapresiasi dukungan anggota legislatif pusat yang memperjuangkan peningkatan sarana pendidikan di Lombok Timur, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari DPR RI, termasuk melalui Lalu Ari dari Partai PKB atas bantuan ke sekolah binaan, baik negeri maupun swasta. Kami apresiasi itu dan kami buatkan rekomendasi untuk dibawa ke Jakarta dalam penandatanganan PKS. Jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Menurut Wathoni, para anggota DPR/DPD RI banyak mengusulkan sekolah swasta untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Pemerintah daerah pun bersyukur karena mereka memberi perhatian terhadap peningkatan kualitas sarana pembelajaran di daerah.

“Sekolah swasta juga banyak diusulkan oleh teman-teman DPR. Kami bersyukur ada yang mau berjuang untuk peningkatan kualitas sarana pembelajaran pendidikan di Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Baca Juga :  GIGI, Bams, dan John Paul Ivan Siap Hibur Ribuan Penonton di Puncak Festival Muharram Lombok Timur

Wathoni menyebut, pemerintah pusat belum mengeluarkan bantuan reguler hingga kini. Dinas Pendidikan berharap pencairan bantuan tersebut dapat terlaksana pada Juni mendatang.

“Untuk bantuan yang reguler dari pusat itu belum, dan kami berharap bulan Juni bisa keluar,” ucapnya.

Wathoni menjelaskan, kondisi itu membuat pemerintah daerah belum bisa langsung menangani seluruh sekolah rusak menggunakan anggaran daerah (APBD). Pemerintah daerah khawatir, sekolah yang sudah mereka perbaiki melalui APBD justru juga mendapatkan bantuan revitalisasi pusat, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi.

“Itulah sebabnya ketika ada sekolah yang rusak, kami tidak langsung menanggapinya atau membantunya dari APBD. Kami khawatirkan nanti ketika dia mendapatkan dana revitalisasi dari pusat, maka bantuan dari APBD akan terhapus. Itu yang kami khawatirkan,” kata Wathoni.

Wathoni juga menyinggung sistem pendataan kerusakan sekolah. Saat ini, pihak sekolah menilai sistem tersebut lebih baik dibanding sebelumnya. Menurut dia, seluruh kondisi sarana sekolah saat ini sudah terintegrasi dalam sistem pelaporan digital, dan tim independen dari perguruan tinggi memverifikasi data tersebut.

“Kalau dulu manual, ya tidak bisa terbaca semua. Sekarang semua sekolah bisa menyampaikan laporan terhadap keadaan sarananya, sehingga lebih mudah kami petakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Wathoni menyebut, bantuan revitalisasi tahun 2025 menyebar cukup luas, meski kuota yang tersedia masih terbatas. Sebanyak 62 sekolah tingkat TK, PAUD, dan SD mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun itu.

“Sebaran revitalisasi tahun 2025 luar biasa, cuma kuota kami terbatas. Semoga di tahun 2026 ini kuota kami bisa lebih,” harapnya.

Di sisi lain, jumlah sekolah rusak di Lombok Timur masih cukup tinggi. Dinas Pendidikan mencatat sedikitnya 152 SD dalam kondisi rusak pada tahun 2026 ini.

Sekolah-sekolah yang menjadi prioritas penanganan antara lain SD 5 Jerowaru, SD 5 Kotaraja, sejumlah SD di Kecamatan Sakra Timur, Keruak, dan banyak sekolah lainnya. Namun, pemerintah daerah masih menunggu kepastian bantuan revitalisasi pusat untuk menangani sekolah-sekolah tersebut.

“Karena kalau nanti mereka mendapatkan dana revitalisasi lalu juga mendapat bantuan dari Pemda, itu bisa jadi persoalan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah telah menangani SD 3 Pandanwangi melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan nilai Rp 400 juta. ***

Penulis : Paozan Azima

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:56 WITA

Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:45 WITA

BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:41 WITA

Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WITA

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WITA

Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:14 WITA

Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Berita Terbaru