RSUD Praya Bekali 103 Sopir Ambulans Desa Bantuan Hidup Dasar

Kamis, 9 April 2026 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 103 sopir ambulans desa dan jajaran RSUD Praya berpose bersama usai pembekalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Aula Auditorium RSUD Praya, Kamis 9 April 2026. (Foto: Lombokini.com).

Sebanyak 103 sopir ambulans desa dan jajaran RSUD Praya berpose bersama usai pembekalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Aula Auditorium RSUD Praya, Kamis 9 April 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – RSUD Praya membekali 103 sopir ambulans desa se-Kabupaten Lombok Tengah dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Workshop tersebut berlangsung di Aula Auditorium RSUD Praya, Kamis 9 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lini terdepan pelayanan rujukan pasien.

Kepala Instalasi Diklat RSUD Praya, Trisna Rahmawati, S.Keb., Bd., M.Kes., menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan pemahaman komprehensif kepada para sopir ambulans desa. Pemahaman itu mencakup prosedur penanganan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun saat proses rujukan. Menurutnya, sopir ambulans memiliki peran strategis karena mereka berhadapan langsung dengan pasien sejak dari desa hingga fasilitas kesehatan rujukan.

Baca Juga :  Jadi Tuan Rumah MTQ NTB, Bupati Lombok Tengah Jamin Kenyamanan Ratusan Kafilah

“Kami memberikan materi teknik perpindahan pasien yang aman, penggunaan sirene sesuai standar, serta penanganan awal pasien selama perjalanan rujukan,” ujar Trisna.

Ia berharap kegiatan ini meningkatkan kompetensi para sopir ambulans desa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Magiansah, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan kesehatan di daerah.

“Kami mengapresiasi Instalasi Diklat RSUD Praya yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Ia menambahkan, sopir ambulans desa wajib memiliki keterampilan bantuan hidup dasar. Selain itu, pemahaman terkait penggunaan sirene serta mekanisme sistem rujukan di Kabupaten Lombok Tengah juga berperan penting dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan.

Melalui workshop ini, RSUD Praya berharap dapat menciptakan standar pelayanan yang lebih baik dalam penanganan pasien, khususnya pada situasi darurat. Dengan begitu, keselamatan pasien lebih terjamin sejak dari titik awal penanganan hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong
Kesehatan untuk Semua Masih Jauh, Anggaran Kespro Lombok Tengah Anjlok
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Ali BD Kritik Pemborgolan Abah Uhel: Perkaranya Utang Biasa, Bukan Korupsi
Pemkab Lombok Tengah dan Lombok Timur Sepakati Kerja Sama Penanganan Kebakaran di Perbatasan
Gubernur NTB Prioritaskan Perbaikan Hulu untuk Atasi Banjir Berulang
DLHK Lombok Tengah Soroti Alih Fungsi Lahan di Kawasan Hutan Pujut
BPBD Lombok Tengah Susun Payung Hukum Penanggulangan Bencana 2025-2029

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:44 WITA

Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:55 WITA

Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum

Senin, 22 Juni 2026 - 10:28 WITA

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Berita Terbaru