LOMBOKINI.com – RSUD Praya membekali 103 sopir ambulans desa se-Kabupaten Lombok Tengah dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Workshop tersebut berlangsung di Aula Auditorium RSUD Praya, Kamis 9 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lini terdepan pelayanan rujukan pasien.
Kepala Instalasi Diklat RSUD Praya, Trisna Rahmawati, S.Keb., Bd., M.Kes., menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan pemahaman komprehensif kepada para sopir ambulans desa. Pemahaman itu mencakup prosedur penanganan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun saat proses rujukan. Menurutnya, sopir ambulans memiliki peran strategis karena mereka berhadapan langsung dengan pasien sejak dari desa hingga fasilitas kesehatan rujukan.
“Kami memberikan materi teknik perpindahan pasien yang aman, penggunaan sirene sesuai standar, serta penanganan awal pasien selama perjalanan rujukan,” ujar Trisna.
Ia berharap kegiatan ini meningkatkan kompetensi para sopir ambulans desa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Magiansah, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan kesehatan di daerah.
“Kami mengapresiasi Instalasi Diklat RSUD Praya yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, sopir ambulans desa wajib memiliki keterampilan bantuan hidup dasar. Selain itu, pemahaman terkait penggunaan sirene serta mekanisme sistem rujukan di Kabupaten Lombok Tengah juga berperan penting dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan.
Melalui workshop ini, RSUD Praya berharap dapat menciptakan standar pelayanan yang lebih baik dalam penanganan pasien, khususnya pada situasi darurat. Dengan begitu, keselamatan pasien lebih terjamin sejak dari titik awal penanganan hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan. ***
Penulis : Najamudin Anaji







