Pemprov NTB Reformasi Pendidikan, Sinkronkan Data hingga Program Magang Jepang

Senin, 18 Mei 2026 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memimpin rapat terbatas pembahasan reformasi pendidikan di ruang kerja Gubernur NTB, Senin 18 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memimpin rapat terbatas pembahasan reformasi pendidikan di ruang kerja Gubernur NTB, Senin 18 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memulai reformasi besar di sektor pendidikan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memeratakan kualitas SMK, menyinkronkan data anak putus sekolah, menguatkan pendidikan inklusif, serta menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Gubernur membahas langkah-langkah tersebut dalam Rapat Terbatas Bidang Pendidikan di ruang kerja Gubernur NTB, Senin 18 Mei 2026. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Sekda NTB, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial dan P3A, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas PUPR dan PKP, serta Juru Bicara Pemprov NTB turut hadir dalam rapat tersebut.

Pendidikan Tak Boleh Lagi Parsial

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa para pihak tidak boleh lagi menangani persoalan pendidikan secara parsial dan sektoral. Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara terintegrasi agar pembangunan pendidikan NTB selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program prioritas nasional.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik yang akrab disapa Aka, mengungkapkan bahwa Gubernur telah membuka komunikasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta sejumlah kementerian terkait. Komunikasi ini memperluas akses NTB terhadap berbagai program strategis pemerintah pusat.

“Bapak Gubernur melakukan pembicaraan khusus dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta sejumlah kementerian terkait. Pembicaraan ini membuka ruang besar bagi NTB untuk mengakses berbagai program strategis nasional di bidang pendidikan,” ujar Aka.

Terobosan Golden Ticket dan Silver Ticket untuk SMK Pinggiran

Kadis Kominfotik itu menyatakan, Pemprov NTB menyiapkan terobosan pemerataan kualitas SMK melalui skema Golden Ticket dan Silver Ticket. Program ini menempatkan kepala sekolah berprestasi di SMK yang masih tertinggal, terutama di wilayah pinggiran.

Baca Juga :  FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Kepala sekolah yang berhasil membangun prestasi, memperkuat kemitraan industri, serta menghasilkan lulusan yang terserap dunia kerja atau mampu membuka usaha mandiri akan mendapatkan kesempatan memimpin sekolah lain yang belum berkembang. Mereka juga dapat membawa dua guru terbaik sebagai tim pendamping dengan dukungan insentif atau tunjangan penghasilan khusus.

“Pak Gubernur ingin budaya kerja baik dan keberhasilan di satu sekolah dapat ditransfer ke sekolah lain sehingga kualitas SMK kita tumbuh lebih merata,” jelas Aka.

Pemprov NTB menguji coba program tersebut terlebih dahulu di sejumlah SMK sebelum menerapkannya lebih luas. Gubernur juga meminta Dikpora NTB segera menyusun petunjuk teknis dan regulasi pendukung. Nantinya, Pergub atau Kepgub akan memperkuat regulasi tersebut.

Pendidikan Disesuaikan dengan Dunia Kerja hingga Magang Jepang

Selain mereformasi tata kelola sekolah, Pemprov NTB juga menyesuaikan arah pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi ekonomi daerah. Gubernur meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB memperkuat peningkatan keterampilan yang terintegrasi dengan pendidikan menengah. Dinas tersebut melakukan sertifikasi kompetensi lulusan SMK, menguatkan Global Classes, menjalankan program magang Jepang, hingga mengembangkan SMA double track.

Program-program tersebut menyiapkan generasi muda NTB agar mampu mengisi peluang kerja nasional maupun global, termasuk di negara-negara yang membutuhkan tenaga kerja terampil seperti Jepang. Pemprov NTB juga menargetkan ratusan alumni SMK mendapatkan pelatihan, sertifikasi kompetensi, penguatan bahasa asing, dan magang industri secara bertahap mulai 2026-2027.

Gubernur juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap jurusan SMK agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di masing-masing daerah.

“Daerah pertambangan misalnya harus memiliki jurusan yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan. Begitu juga daerah lain harus menyesuaikan dengan potensi wilayahnya masing-masing sehingga ada SMK yang memiliki kekhususan sesuai karakter daerahnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Sinkronisasi Data, Atasi Anak Putus Sekolah

Rapat tersebut juga mengungkap persoalan serius terkait tingginya angka anak putus sekolah di NTB yang belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Pemprov NTB menemukan adanya persoalan sinkronisasi data antara sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan sistem pendataan pesantren melalui EMIS di bawah Kementerian Agama. Akibatnya, banyak santri yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren tidak tercatat dalam sistem Dapodik, sehingga sistem tersebut menganggap mereka sebagai anak putus sekolah.

“Pak Gubernur menegaskan bahwa yang harus kami selesaikan bukan hanya soal angka statistik, tetapi bagaimana memastikan seluruh anak NTB benar-benar tetap mendapatkan akses pendidikan,” kata Aka.

Pemprov NTB membentuk tim kecil lintas sektor dari pejabat fungsional untuk menyinkronkan data pendidikan sekaligus memperkuat pendataan anak rawan putus sekolah. Pemprov NTB juga memperkuat program pendidikan alternatif melalui PKBM, SMA/SMK Terbuka, kelas jarak jauh, hingga program PEPSI agar anak-anak yang benar-benar putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Perkuat Pendidikan Inklusif dan Libatkan Kader Posyandu

Dalam rapat itu, Gubernur meminta Dinas Sosial dan P3A memperkuat pendataan anak disabilitas, pekerja anak, dan kelompok rentan lainnya agar seluruh warga mendapatkan akses pendidikan yang setara. Pemprov NTB juga membuka peluang pembangunan SLB baru di sejumlah wilayah berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan bersama pemerintah pusat. Pihaknya akan memperluas peran kader posyandu untuk membantu pendataan anak rawan putus sekolah hingga pekerja anak di tingkat desa dan kelurahan.

“Pak Gubernur ingin pendidikan di NTB tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia kerja, kondisi sosial masyarakat, dan masa depan anak-anak NTB,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat
Menjaga Kewarasan di Era Digital: Haul ke-4 Buya Syafii Maarif di Selong Kupas Tuntas Eksistensi Manusia dan AI
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah
Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem
Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital
FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:31 WITA

Ketua PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Penyelewengan Anggaran Darah Rp 150 Juta

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:07 WITA

Unram Bubarkan Pemutaran Film ‘Pesta Babi’ di Area Kampus, Mahasiswa Protes

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:02 WITA

Bupati Lombok Timur Lepas 393 JCH Kloter 9 Embarkasi Lombok

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:58 WITA

S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Lombok Timur

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:34 WITA

Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:29 WITA

SMSI NTB dan Polresta Mataram Sepakat Perkuat Harmonisasi Pemberitaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:13 WITA

Lima Mahasiswa Unram Raih Juara Nasional Kompetisi Inovasi Digital Budaya

Senin, 5 Januari 2026 - 18:05 WITA

PDO NTB Beri Ultimatum 2×24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru

Berita Terbaru