LOMBOKINI.com – Maesarah, qoriah asal Lombok Tengah, mengharumkan nama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ia meraih Juara Harapan II dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Pemuda Masjid Dunia 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ahad 24 Mei 2026.
Maesarah tampil mewakili kafilah NTB di bawah naungan Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI NTB). Capaian ini membanggakan tidak hanya BKPRMI NTB, tetapi juga masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
Pemuda Masjid Dunia menginisiasi ajang MTQ Internasional 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti qori dan qoriah dari berbagai negara serta perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.
Meski baru pertama kali tampil di panggung internasional, Maesarah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa qoriah asal NTB memiliki kemampuan dan daya saing di level dunia. Keberhasilan Maesarah juga menjadi catatan penting bagi pembinaan generasi muda pecinta Al-Qur’an di daerah.
“Saya sangat bangga bisa mewakili NTB di ajang bergengsi ini. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa, terlebih karena ini pertama kalinya saya ikut serta. Alhamdulillah, saya bisa membawa pulang Juara Harapan II,” ujar Maesarah, Senin 25 Mei 2026.
Maesarah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya keluarga besar BKPRMI NTB dan para pengurus yang mendampinginya sejak awal.
“Terima kasih banyak atas dukungan penuh dari Ketua Umum BKPRMI NTB, seluruh pengurus, serta doa dari keluarga besar. Ini pengalaman pertama yang akan menjadi catatan sejarah dalam perjalanan prestasi saya,” tuturnya.
Keberhasilan Maesarah di MTQ Internasional 2026 diharapkan dapat memotivasi generasi muda NTB, khususnya di Lombok Tengah, untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur’an dan berani tampil di ajang yang lebih tinggi.***
Penulis : Najamudin Anaji







