Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas

Rabu, 13 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fanfan, Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com).

Fanfan, Peselancar China Peringatkan Ancaman Kepadatan Pengunjung di Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Teluk Ekas di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memikat peselancar global dengan ombak berlapis dan panorama eksotis. Namun, kepadatan pengunjung mengancam keindahan dan keselamatan spot selancar yang diakui setara Hawaii ini.

Peselancar dari berbagai tingkatan, pemula hingga profesional, mengakui ombak Ekas sangat ramah. Fanfan, peselancar asal China yang telah menjelajahi 12 negara, menyamakan sensasi Ekas dengan Hawaii, Amerika Serikat. Ia mengaku jatuh hati pada ketenangan dan kealamian Ekas.

“Ekas menawarkan suasana lebih tenang dan alami. Hanya Ekas yang membuat saya jatuh hati,” ujar Fanfan kepada awak media Rabu 13 Agustus 2025. Ia memuji momen ketika ombak bergelombang serempak membentuk lintasan sempurna, didukung langit biru dan air jernih.

Baca Juga :  Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

“Di sini, saya merasa seperti di dunia lain. Bahkan, saya berencana menetap lebih lama,” tambahnya.

Namun, Fanfan memperingatkan ancaman serius: kepadatan pengunjung. Ia menceritakan satu spot kecil pernah memadati 11 kapal dengan 100 orang.

“Satu ombak idealnya cukup untuk dua orang. Pernah suatu hari, saya tertabrak pemula sampai kepala terluka dan dijahit enam jahitan!” tegasnya.

Menurutnya, bahaya utama berasal dari rebutan spot yang memicu intimidasi hingga kekerasan. Fanfan juga menyoroti lemahnya regulasi: “Spot ini milik desa, tapi pemerintah belum menetapkan aturan kunjungan yang jelas!” protesnya, merujuk pada absennya aturan ketat untuk kapal rute Awang-Ekas.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Ia berharap semua pihak menjaga keindahan Ekas. “Saya selalu kembali setiap tahun… karena orang-orangnya ramah dan tidak saling serobot. Rasanya, Ekas seperti surga nyata,” pungkas Fanfan.

Menanggapi hal ini, Staf Khusus Pariwisata Lombok Timur Ahmad Roji menegaskan Pemda telah menerbitkan aturan pembatasan.

“Saat ini, kami membatasi maksimal empat kapal per jam dengan tujuh penumpang. Penumpukan kapal jelas merusak kenyamanan dan aturan ini harus semua pihak taati!” tegasnya.

Aturan tersebut bertujuan melindungi spot selancar sekaligus menjaga keamanan pengunjung. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh Edwin Hadiwijaya memaparkan dua raperda dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I DPRD Lombok Timur, Jumat (25/9/2026). Kedua raperda itu ialah Raperda Perubahan APBD Tahun 2026 dan Raperda Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak Pekerjaan Rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong. (Foto: Lombokini.com)

Pemerintahan

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:52 WITA

Dr. H. Ali Bin Dachlan.  (Foto: Lombokini.com).

Nasional

Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:46 WITA