Asisten II Setdakab Lotim: Saya Tidak Pernah Sebut Salah Satu Calon Comot Data

Senin, 23 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setdakab Lombok Timur, Ahmad Masfu. (Foto: Lombokini.com).

Asisten II Setdakab Lombok Timur, Ahmad Masfu. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Setdakab Lombok Timur, Ahmad Masfu menanggapi pemberitaan yang beredar disejumlah media.

Dalam berita yang beredar bahwa Asisten II menyebut salah satu paslon comot data yaang tidak jelas.

Ahmad Masfu mengatakan tidak pernah mengeluarkan statement yang mengatakan salah satu Paslon asal maen comot data.

Namun, kata Masfu semua Paslon bisa berkoordinasi dengan Pemkab Lotim untuk menyinkronkan data yang diperlukan.

” Saya tidak pernah menyebut salah satu Paslon, namun harapan kita supaya semua tim paslon bisa mensinkronisasikan data yang di dapat dengan data yangg ada di pemda, biar tidak salah dalam penyampaian dipublik”, katanya.

Baca Juga :  IKADIN NTB Lantik dan Kukuhkan 25 Advokat, Tegaskan Integritas Profesi

Diberitakan sebelumya, Salah satu calon Bupati Lombok Timur, H. Suryadi Jaya Purnama (SJP), mengkritik data Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut SJP, persentase angka kemiskinan di Lombok Timur merupakan yang tertinggi kedua di NTB, dengan mencapai 14,51% atau lebih dari 180 ribu jiwa.

“Kami meminta Asisten II jujur kepada masyarakat dan tidak beretorika. Silakan buka datanya jika ingin transparan,” ujar SJP”, diberitakan sejumlah media online, Senin 23 September 2024.

Anggota DPR RI ini juga menyayangkan pernyataan Asisten II Setda Lombok Timur, Ahmad Masfu, yang menuduh pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati sembarangan mengambil data terkait angka kemiskinan.

Baca Juga :  Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

SJP menegaskan bahwa data yang disampaikannya kepada masyarakat adalah data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Terkait tuduhan Asisten II bahwa Paslon asal comot data, justru dia yang berusaha menutupi data yang sebenarnya,” cetus SJP.

Dia mengatakan tidak mempermasalahkan penurunannya, namun Lombok Timur masih menduduki peringkat ke 9 dari presentase dan dari jumlah paling besar.

“Kalau prosesnya turun atau naik, kita tidak masalahkan, yang penting kita lihat hasil akhirnya kita termiskin nomor 2 setelah KLU”, kata SJP.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Berita Terbaru

Berita

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:41 WITA