Manfaat Melon untuk Ginjal: Buang Racun, Seimbangkan Tekanan dan Lawan Radikal Bebas

Minggu, 10 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Manfaat Melon untuk Ginjal: Buang Racun, Seimbangkan Tekanan dan Lawan Radikal Bebas. (Foto: Lombokini.com).

Manfaat Melon untuk Ginjal: Buang Racun, Seimbangkan Tekanan dan Lawan Radikal Bebas. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Melon menawarkan kesegaran rasa manis dan kandungan air tinggi, menjadikannya pelepas dahaga ideal saat cuaca panas. Lebih dari itu, buah ini menyimpan segudang manfaat krusial bagi kesehatan ginjal.

Kandungan air melimpah dalam melon membantu ginjal membuang racun dan limbah melalui urine. Proses ini meringankan beban kerja ginjal, mencegah penumpukan zat berbahaya, serta mengurangi risiko batu ginjal.

Baca Juga :  LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Melon juga menyediakan kalium dalam jumlah sangat baik. Mineral esensial ini menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah. Dengan menstabilkan tekanan darah, kalium mengurangi tekanan pada pembuluh darah ginjal – faktor utama risiko penyakit ginjal kronis.

Antioksidan kuat seperti flavonoid dan beta-karoten dalam melon melawan radikal bebas pemicu kerusakan sel. Perlindungan ini menghambat peradangan yang berpotensi merusak ginjal seiring waktu. Vitamin C pada melon pun memperkuat sistem imun untuk melindungi ginjal dari infeksi.

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Tips Konsumsi:

  • Makan langsung, buat jus tanpa gula, atau campur dalam salad buah.
  • Penderita gangguan ginjal (terutama kadar kalium tinggi) wajib konsultasi dokter sebelum mengonsumsinya.

Bagi masyarakat umum, menjadikan melon sebagai camilan sehat merupakan pilihan cerdas menjaga kesehatan ginjal. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA