Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema

Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Platform Android di Wilayah Pesisir Lombok Timur"

 

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mematangkan langkah transformasi digital di sektor mitigasi kebencanaan melalui kolaborasi bersama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Platform Android di Wilayah Pesisir Lombok Timur” yang dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, Rabu (1/7/2026).

FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati tersebut dihadiri oleh jajaran penting mulai dari Sekda, BPBD, BPPD, Dinsos, Dinas PUPR, Dikes, Diskominfo, hingga Dishub demi menyamakan persepsi tata kelola kebencanaan digital.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengapresiasi penunjukan Lombok Timur sebagai lokus pengembangan program aplikasi Early Warning System (EWS) Gumi Sasak.

Mengingat Lombok Timur memiliki garis pantai yang panjang, keberadaan sistem pendeteksi bencana yang ramah warga lokal dinilai sangat krusial.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat

“Kami berharap inovasi yang mengintegrasikan kearifan lokal dan fitur berbahasa Sasak ini dapat membantu masyarakat, utamanya di daerah pesisir, serta pemerintah dalam mengurangi dampak risiko bencana,” ujar Haerul Warisin.

Aplikasi mitigasi bencana yang tengah dikembangkan ini dirancang secara terintegrasi, efisien dari segi biaya, namun memiliki fungsionalitas yang tinggi.

Untuk menjamin inklusivitas agar mudah dipahami masyarakat luas, aplikasi ini menyediakan 16 fitur pendeteksi kebencanaan dengan penamaan lokal.

Ketua Tim Peneliti UMJ, Azhari Aziz Samudra, memaparkan bahwa ke-16 fitur utama aplikasi EWS Gumi Sasak tersebut meliputi Lindu, Rinjani, Segoro, Gumi Rebah, Angin Ribut, Air Bales, Api Hutan, Gumi Kering, Geledeg, Suhu Bumi, Pesisir Pantai, Bersih Ruak, Takaran Ujan, Banjir Kokoh, Kulkul EWS, dan Pos Relawan.

“Aplikasi mitigasi bencana ini dirancang terintegrasi, berbiaya murah, dan fungsional. Kami menyediakan 16 fitur pendeteksi yang namanya disesuaikan bahasa lokal agar mudah dipahami masyarakat,” jelas Azhari.

Baca Juga :  Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Sistem ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi berbasis GPS untuk memetakan titik koordinat secara akurat, sehingga memudahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam mengambil tindakan darurat di lapangan.

Secara teknis, operasional platform digital ini akan bertumpu pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur yang bertindak sebagai verifikator utama.

Pihak BPBD nantinya diwajibkan menyediakan mode siaga selama 24 jam penuh untuk menyaring setiap laporan yang masuk dari masyarakat sebelum dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait.

Ke depan, program penguatan sistem terkontrol ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada sektor kebencanaan saja.

Platform ini dirancang untuk dapat diintegrasikan kembali ke dalam berbagai program kerja sektoral lainnya di Kabupaten Lombok Timur demi mempercepat perwujudan tata kelola kota cerdas (smart city) seutuhnya.

Penulis : Paozan Azima

Berita Terkait

Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026
Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027
Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027
Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:39 WITA

Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media, Senin 20 Juli 2026 di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Lombokini.com/Tamrin).

Hukrim

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Senin, 20 Jul 2026 - 17:52 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Dikritik, Roadmap Kebudayaan 2027-2047 Dinilai Sia-sia Tanpa Pembenahan Pegawai. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:53 WITA