Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan, Capai Target RPJMD 2025-2029

Kamis, 2 April 2026 - 20:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan, Capai Target RPJMD 2025-2029. (Foto: Lombokini.com).

Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan, Capai Target RPJMD 2025-2029. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Rektor Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong, Moh. Juhad, menyatakan kemiskinan sebagai ketidakmampuan ekonomi memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan berdasarkan garis kemiskinan. Hal itu disampaikannya di sela-sela kunjungan kerjanya, Kamis, 2 April 2026.

Doktor administrasi publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta itu menjelaskan, penduduk miskin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Juhad merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB per 30 Oktober 2025. Angka kemiskinan Kabupaten Lombok Timur terus turun: dari 15,63 persen pada 2023 menjadi 14,51 persen pada 2024, lalu kembali turun menjadi 13,53 persen pada 2025.

Baca Juga :  Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

“Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lombok Timur 2025-2029 menargetkan tingkat kemiskinan pada rentang 13,18 hingga 13,75 persen. Artinya, capaian kita sudah masuk target,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dua indikator lain, yaitu Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Indeks Kedalaman mengukur kesenjangan rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sementara Indeks Keparahan mengukur penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

Baca Juga :  Melalui 'Polantas Menyapa', Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

“BPS NTB merilis data P1 Lombok Timur turun dari 3,570 (2023) menjadi 2,660 (2024) dan 2,456 (2025). Sedangkan P2 turun dari 1,160 (2023) menjadi 0,770 (2024) dan 0,614 (2025),” jelas Juhad.

Menurut Juhad, penurunan kedua indeks tersebut menggambarkan efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas
Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WITA

PW Pemuda NW NTB Gelar Diskusi dan Bakti Sosial ‘Desa Berdaya’ di Sembalun

Senin, 29 Juni 2026 - 23:32 WITA

Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:40 WITA

Daftar Mutasi Polda NTB: 13 Kapolres hingga Pejabat Utama Dirotasi Kapolri

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:55 WITA

Tim Gabungan Amankan Pria Pengaku TNI Usai Aniaya Mahasiswi di Lombok Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 18:57 WITA

Pembobolan Alfamart Lendang Bedurik: Manajemen Taksir Kerugian Hingga Rp40 Juta

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:42 WITA

Gubernur NTB dan Wakil BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:39 WITA

Pria Paruh Baya di Pringgasela Tewas Disayat Tetangga Menggunakan Sabit

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Berita Terbaru