Mahasiswa Lotim Protes Kenaikan PBB dan Insentif untuk Pejabat

Rabu, 3 September 2025 - 17:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Lombok Timur Demo di Kantor Bupati Tuntut Peninjauan Kenaikan PBB dan Insentif untuk Pejabat, Rabu 3 September 2025. (Foto: Lombokini.com).

Mahasiswa Lombok Timur Demo di Kantor Bupati Tuntut Peninjauan Kenaikan PBB dan Insentif untuk Pejabat, Rabu 3 September 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Ratusan mahasiswa Aliansi Gumi Patuh Karya Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Lombok Timur, Rabu 3 September 2025. Dalam aksinya, mereka menuntut peninjauan berbagai kebijakan daerah, termasuk kenaikan tarif pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang memberatkan masyarakat.

Seorang orator aksi, Ade Irawan dengan lantang meminta pemerintah mengkaji ulang Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 Tahun 2024.

“Apakah layak pajak yang semula Rp 22 ribu melonjak hingga 300 persen, bahkan ada yang sampai 900 persen,” katanya dalam orasi.

Baca Juga :  Gaya Unik Kontingen Lotim di MTQ NTB: Dilepas Bupati, Konvoi Vespa Jadul Siap Curi Perhatian di Praya

Ia mengungkit metode penagihan pajak yang dinilai tidak transparan. Bahkan orang tua kami didatangi pihak pemerintah untuk meminta pajak tanpa penjelasan yang jelas,” tuturnya. “Itu perlu kita revisi, perlu kita kaji ulang,” tegasnya.

Dalam orasinya, ia pun mempertanyakan Pasal 113 Perbup yang memberikan insentif dari pajak tersebut kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda.

Baca Juga :  BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 dengan Mendata Bupati Lombok Timur sebagai Contoh

“Apakah pantas? Kami mengharapkan evaluasi hal tersebut karena ini merupakan keresahan masyarakat,” imbuhnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan akan segera menggelar rapat dengan dinas terkait. Ia menerangkan bahwa dasar kenaikan tarif tersebut telah berlaku sejak tahun 2023, sebelum masa jabatannya.

“Saya yang di tahun 2025 ini melakukan evaluasi NJOP. Kalau ketinggian, saya turunkan,” pungkas Bupati.***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim
80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat
Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara
Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur
Aliansi Pemuda Tuding Bulog Lotim Lakukan Pungli dan Gandeng Barang, Kepala Cabang Siap Tindak Oknum
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lombok Timur Gelar Rangkaian Aksi Sosial, Jaga Lingkungan hingga Bedah Rumah Dinas

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:56 WITA

Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:45 WITA

BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:41 WITA

Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WITA

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:06 WITA

Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:30 WITA

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:14 WITA

Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Berita Terbaru