Bale Mangrove: Ekowisata di Lombok Timur yang Menyatu dengan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 16 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bale Mangrove: Destinasi Ekowisata di Lombok Timur yang Menyatu dengan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

Bale Mangrove: Destinasi Ekowisata di Lombok Timur yang Menyatu dengan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jerowaru. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bale Mangrove, sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menjadi salah satu daya tarik wisata sejak tahun 2021.

Destinasi wisata di bagian selatan Lombok Timur ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi contoh nyata upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Lukmanul Hakim, pengelola Ekowisata Bale Mangrove, kepada Lombokini.com, Ahad 16 Februari 2025, mengatakan inisiatif ini berawal dari kepedulian pemuda desa terhadap kelestarian ekosistem mangrove.

“Dengan semangat gotong royong, kami berupaya menjaga dan memanfaatkan kawasan mangrove secara berkelanjutan”, katanya.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

 

Ekowisata Bale Mangrove, merupakan simbol kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Ekowisata Bale Mangrove terletak di dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB merupakan simbol kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (Foto: Lombokini.com).

Dukungan dari pemerintah daerah pun turut mempercepat pengembangan infrastruktur dan penataan kawasan Bale Mangrove agar lebih nyaman bagi pengunjung.

Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Bale Mangrove juga menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

“Ini bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat Desa Jerowaru melalui kegiatan ekowisata”, tambah Lukman.

Upaya ini tidak sia-sia, karena Desa Jerowaru berhasil masuk dalam daftar 15 Desa Wisata Terbaik di Indonesia dalam kampanye Sadar Wisata.

Ekowisata Bale Mangrove, Jerowaru, Lombok Timur.
Bale Mangrove: Ekowisata di Lombok Timur yang Menyatu dengan Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal. (Foto: Lombokini.com).

Bagi pengunjung, Bale Mangrove menawarkan pengalaman wisata yang unik dan mendidik. Mereka dapat menikmati keindahan enam jenis pohon mangrove, seperti Rhizophora Apiculata dan Rhizophora Mucronata, sambil belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Baca Juga :  PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Berbagai paket wisata juga tersedia, mulai dari camping ground, menyusuri mangrove dengan kayak, hingga menikmati momen sunset di atas jembatan Bale Mangrove.

Bale Mangrove bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan juga simbol kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pemberdayaan ekonomi lokal.

Keberhasilan pengelolaan ekowisata ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan masyarakat.***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA