Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Jumat, 19 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Lombok Timur, Dr. Muhammad Juaini Taofik. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

Sekda Lombok Timur, Dr. Muhammad Juaini Taofik. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menyatakan kepatuhan penyelenggara sebagai faktor paling krusial dalam efektivitas pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia menyampaikan hal itu saat mewakili Bupati dalam Pelatihan Tata Kelola Migrasi dan Pelindungan PMI Tingkat Kabupaten/Kota, Kamis 18 Juni 2026.

Juaini meminta aparatur birokrasi menjadi garda terdepan dalam mematuhi seluruh aturan, mulai dari undang-undang hingga peraturan bupati. Ia memperingatkan bahaya pembiaran terhadap pelanggaran sekecil apa pun.

Baca Juga :  Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat

“Satu kali melanggar mungkin belum terlihat dampaknya, tetapi jika dilakukan berulang kali, pasti akan membawa dampak buruk,” tegasnya.

Pemda terus meningkatkan fasilitas pelayanan, termasuk menghadirkan Kantor Imigrasi Kelas II Lombok Timur. Namun, Juaini mengakui tantangan besar justru muncul pada fase awal keberangkatan. Rendahnya tingkat pendidikan dan literasi masyarakat menghambat kemandirian calon PMI dalam mengurus dokumen.

“Pendampingan tentu diberikan di awal, tetapi setelah itu mereka harus dibiasakan mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Untuk menekan risiko pemberangkatan ilegal yang rentan terhadap perekrutan tidak etis, Pemda menguatkan regulasi berorientasi pelindungan pekerja.

Juaini Taofik menekankan dua langkah strategis: pertama, pelaku usaha wajib menerapkan rekrutmen etis dan bertanggung jawab penuh jika timbul persoalan; kedua, Pemda menyiapkan ruang mediasi bagi PMI yang menghadapi kendala hukum maupun non-hukum.

Pemda berharap pelatihan ini memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan para pekerja migran. ***

Penulis : Paozan Azima

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Wabup Lantik 61 Pj Kepala Desa, Bupati Lombok Timur Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 2027

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

Berita Terbaru

Anggota DPRD Lombok Timur YS Diduga Pamer Miras di Media Sosial, Perindo Beri Teguran Keras. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA