STN Desak Negara Hentikan Perampasan Tanah dan Kuasai Kembali SDA

Sabtu, 15 November 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STN Desak Negara Hentikan Perampasan Tanah dan Kuasai Kembali SDA. (Foto: Lombokini.com/Dok. PP STN).

STN Desak Negara Hentikan Perampasan Tanah dan Kuasai Kembali SDA. (Foto: Lombokini.com/Dok. PP STN).

LOMBOKINI.com – Ketua Umum PP STN Ahmad Rifai mengecam praktik “serakahnomics” dalam pembukaan Kongres IX STN di Semarang, Sabtu 15 November 2025. Ia menyoroti konsentrasi kekayaan alam di tangan segelintir elit yang membuat petani dan nelayan kehilangan ruang hidup.

Rifai mengungkapkan, meski data ekonomi tampak positif, kondisi itu tidak menyentuh akar persoalan rakyat. STN mencatat 295 kasus konflik agraria sepanjang 2025 yang menunjukkan buruknya tata kelola agraria.

Baca Juga :  Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

“Tanpa keberpihakan negara, petani dan nelayan akan terus tersisih di tanah sendiri,” tegasnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, STN mendesak pemerintah menghentikan perampasan tanah dan menguasai kembali sumber daya alam.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Organisasi ini juga mendorong penguatan posisi rakyat melalui pelatihan komoditas, pembenahan pascapanen, serta akses modal dan teknologi.

Kongres yang dihadiri berbagai pakar dan pejabat ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mengawal program kedaulatan pangan dan reformasi agraria. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

BGN Luncurkan Aplikasi ‘Reviu MBG’ untuk Awasi Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Kakorlantas Tegaskan Transformasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis ETLE 95 Persen
Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri
SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa
Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah
Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD
Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:17 WITA

Korsleting Listrik ke Tabung Gas, Rumah Warga Paok Lombok Terbakar usai Salat Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:34 WITA

Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WITA

Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:18 WITA

Ratusan Nelayan Lombok Timur Demo Tuntut Kuota BBM Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:04 WITA

Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:25 WITA

Kebakaran Hanguskan Gudang Bahan Bangunan MAN IC Lombok Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 22:40 WITA

Satpam Terbatas, Tembok Rendah, CCTV Nihil: Warga Kritik Keras Pengembang Griya Pesona Alam

Berita Terbaru

Seorang guru membagikan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di salah satu sekolah. (Foto: Lombokini.com/Badan Gizi Nasional).

Opini

MBG ‘Big Push’ Bagi Sektor Pendidikan  

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:42 WITA