Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG

Sabtu, 6 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan menyusun menu Makan Bergizi Gratis sebelum mendistribusikannya ke penerima manfaat. (Foto: Lombokini.com).

Relawan menyusun menu Makan Bergizi Gratis sebelum mendistribusikannya ke penerima manfaat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) menyambut positif penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). APJI menilai pergantian nakhoda ini menjadi momentum emas untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kian meluas.

Ketua Satgas MBG APJI, Indah Yuli Sartika, menegaskan bahwa program raksasa berskala nasional ini membutuhkan sistem tata kelola yang matang, terukur, dan adaptif. Hal ini penting untuk menjaga kualitas layanan serta keamanan pangan bagi penerima manfaat.

“Kami berharap Kepala BGN yang baru, Ibu Nanik, bisa lebih memperbaiki lagi juknis dan standardisasi. Mudah-mudahan ke depan sistem tata kelolanya lebih matang, rapi, dan prosesnya lebih mudah,” ujar Indah usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI 2026 di Yogyakarta, pada Jumat 5 Juni 2026.

Selain juknis, Indah menyoroti rapor merah kompetensi relawan pengelola dapur MBG di lapangan. Ia membeberkan fakta bahwa mayoritas relawan di dapur umum tidak memiliki latar belakang keahlian tata boga.

Baca Juga :  Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kondisi ini, menurutnya, rawan memicu insiden keracunan jika petugas mengabaikan masalah penanganan makanan (food handling).

“Pelatihan itu penting sekali. Banyak relawan yang tidak semuanya punya background boga. Karena itu, kami terjun memberikan pelatihan food handling, bagaimana penanganan makanan yang benar dari awal sampai akhir,” tegas Indah.

Sejauh ini, Satgas MBG APJI telah menyisir sejumlah dapur MBG di Jabodetabek dan Palembang untuk mengedukasi para relawan.

Tim memberikan materi mulai dari higienitas personal, penggunaan alat pelindung diri (APD), penyaringan bahan baku, hingga proses distribusi yang menekan risiko kontaminasi.

Indah memaparkan bahwa potensi keracunan makanan di program MBG tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sumber masalah dapat mengintai dari mana saja: kualitas air yang buruk, bahan baku yang layu, hingga kedisiplinan petugas yang membandel dari SOP.

Baca Juga :  Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Di sisi lain, APJI juga meminta Nanik segera membenahi carut-marut sinkronisasi kuota antara kapasitas dapur dengan jumlah penerima manfaat. APJI menilai kondisi di beberapa wilayah masih timpang.

“Yang mendesak sekarang itu sistemnya. Ada daerah yang penerima manfaatnya sekitar 13 ribu, tapi dapurnya sudah lebih dari 21. Ini perlu kita tata agar operasionalnya efektif,” beber Indah.

Menutup keterangannya, Indah berharap BGN tidak berjalan sendiri dan mau membuka ruang kolaborasi dengan organisasi profesi yang sudah malang melintang di industri katering sejak 1988 seperti APJI.

“Kami ingin dilibatkan untuk sharing dan memberikan masukan dalam penyempurnaan juknis maupun standarisasi dapur. Ke depan, Satgas MBG APJI akan lebih masif turun ke bawah,” tutupnya. ***

Penulis : Tamrin

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat
Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:39 WITA

Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:41 WITA

DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit

Berita Terbaru

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA