APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras menyerahkan SK kepengurusan dan diterima ketua DPD 1 NTB, H. M. Zaenuddin di Jakarta, disaksikan pengurus lainnya (doc. Lombokini.com/Zan)

Ketua umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras menyerahkan SK kepengurusan dan diterima ketua DPD 1 NTB, H. M. Zaenuddin di Jakarta, disaksikan pengurus lainnya (doc. Lombokini.com/Zan)

LOMBOKINI.com – Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur MBG Indonesia (APPMBGI), Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD 1 Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jakarta, Rabu (24/6).

Penyerahan SK ini mendorong pengurus daerah agar bergerak cepat menampung dan menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi para pengelola dapur di lapangan.

Abdul Rivai didampingi Korwil NTB-NTT APPMBGI, M. Fihiruddin, dalam prosesi peresmian susunan struktural baru tersebut. Selanjutnya, melalui SK itu, APPMBGI menetapkan H.M. Zaenuddin sebagai Ketua DPD 1 NTB dan R. Imam Prasetyo sebagai Sekretaris.

Wakil Ketua APPMBGI NTB, Zainal Abidin, serta Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Kebijakan, Eko Rahady, turut menyaksikan langsung prosesi penyerahan administrasi organisasi ini.

Abdul Rivai: Jangan Frontal, Ambil Hikmah dari Kesalahan

Pada momen itu, Abdul Rivai menanggapi masa transisi krusial program MBG. Ia mengimbau seluruh jajaran pengurus daerah mengedepankan pendekatan bijak dan terukur.

“Yang pasti kita ambil posisi, jangan frontal. BGN yang salah. Pengelola juga ada yang salah. Kita harus ambil hikmah. Kalau ada yang keliru, ya kita tertibkan,” pesannya.

Menurutnya, carut-marut tata kelola terjadi karena beberapa faktor, termasuk ketiadaan kontrak resmi yang dinilainya melanggar sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Copot Dadan, Sony dan Lodewyk dari BGN

“Kalau cuma SK saja, bagaimana menagihnya jika terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan kontrak,” katanya.

Rivai menilai ketidakhadiran komitmen hitam di atas putih melemahkan kedudukan hukum antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksana di lapangan.

“Tidak ada komitmen tertulis dalam hal ini,” ujarnya.

Soroti Standarisasi Dapur dan Skema Pembayaran Tak Adil

Selanjutnya, ia menyoroti ketidakjelasan standardisasi bangunan dapur yang berujung pada ketidakadilan skema pembayaran kompensasi investasi dari BGN.

“Masalahnya, saat BGN bayar ke pengelola dapur, maka sama bayarnya antara pemilik dapur berbiaya ringan dan berinvestasi besar,” terangnya.

Kemudian, untuk menyiasati masalah hukum di tahun pertama, BGN terindikasi memfungsikan yayasan secara tidak tepat pada tahun kedua pelaksanaan program.

“Yang terjadi adalah satu yayasan bisa kelola sepuluh dapur,” katanya, dan hal itu tentu saja bikin gaduh.

Kekacauan semakin diperparah dengan praktik jual-beli titik pembangunan dapur hingga berkali-kali yang sangat merugikan pihak investor.

“Laru kita bingung, untuk mengurai dan mencari solusi atas persoalan ini sekarang memulai dari mana? Investor jelas-jelas merugi,” jelasnya soal fakta di lapangan.

Menurutnya, konflik internal di tingkat daerah antara pihak yayasan dan pengelola mandiri kini berubah menjadi persoalan sangat rumit.

“Atas benang kusut ini kita mau protes BGN. Tapi persoalan di daerah, antara yayasan dengan pengelola ibarat benang kusut. Seharusnya BGN bikin nyaman, bukan bikin gaduh seperti sekarang ini,” kata Abdul Rivai Ras.

Baca Juga :  Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG

APPMBGI Tegaskan Netralitas dan Lindungi Mitra

Di sisi lain, APPMBGI menegaskan tanggung jawab moralnya menstabilkan situasi demi melindungi hak para mitra dari ketidakpastian regulasi BGN yang kerap berubah mendadak.

“Mitra dan pengelola dapur tidak boleh dirugikan oleh BGN yang menerbitkan regulasi hampir setiap pekan,” jelasnya.

Kendati didirikan untuk mengawal kesuksesan program MBG, asosiasi ini terus diperhadapkan pada realitas benturan kepentingan yang tajam di level bawah. Oleh karena itu, APPMBGI dituntut mampu bertindak sebagai jembatan netral demi menjamin keberlangsungan operasional dapur tanpa menjadi alat politik.

“Tetapi jangan kita dianggap sebagai boneka pemerintah. Jadi, kita netral aja,” demikian tegasnya.

Sebagai penutup, Rivai memastikan fokus utama asosiasi memberikan perlindungan hukum serta memperjuangkan hak-hak para pengelola dapur yang bermasalah.

“Kita tak berafiliasi secara politik. Kita membina kawan-kawan yang bermasalah mengelola dapur, melindungi mereka. Perjuangkan hak-haknya. Kita advokasi. Agar berkesinambungan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus baru DPD 1 NTB memanfaatkan momentum memaparkan seluruh keluhan dan aspirasi para mitra di daerah. ***

Penulis : Paozan Azima

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal
Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG
Kepala BGN Baru Moratorium Dapur MBG, Fokuskan Sasaran pada Kelompok Prioritas
Ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN
Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG
Presiden Prabowo Tunjuk Tiga Pimpinan Baru BGN, Ini Daftar Namanya

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:58 WITA

JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat

Senin, 29 Juni 2026 - 06:56 WITA

Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi

Senin, 22 Juni 2026 - 20:56 WITA

Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:17 WITA

KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:25 WITA

Perang Topat Bukan Toleransi

Senin, 1 Desember 2025 - 23:32 WITA

Para Budayawan Sepakati Pembentukan Dewan Kebudayaan di Tiap Daerah

Sabtu, 15 November 2025 - 15:57 WITA

Wabup Edwin Serahkan Santunan dan Dokumen pada Puncak Pesona Budaya Pengadangan

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:57 WITA

Dende Tamari: Perempuan Sasak Menentang Kekuasaan

Berita Terbaru