Kepala BGN Baru Moratorium Dapur MBG, Fokuskan Sasaran pada Kelompok Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Nanik S. Deyang memberikan konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis 4 Juni 2026. (Foto: Tamrin/Lombokini.com).

Kepala BGN Nanik S. Deyang memberikan konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis 4 Juni 2026. (Foto: Tamrin/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com –  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, langsung mengambil langkah strategis dengan memberlakukan moratorium pembangunan dapur baru Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik juga memfokuskan ulang sasaran penerima manfaat pada kelompok prioritas.

“Kami mengefisienkan anggaran, menajamkan sasaran penerima manfaat, serta mengoptimalkan sumber daya demi meningkatkan efektivitas Program MBG,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis 4 Juni 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang konsolidasi awal jajaran pimpinan baru untuk menyusun arah kebijakan dan langkah strategis program ke depan.

Nanik menegaskan, fokus utama saat ini memastikan setiap anggaran dan sumber daya memberi dampak optimal bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi gizi.

“Fokus kami saat ini memastikan Program MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Karena itu, kami menata pelaksanaan program agar kualitas layanan terus meningkat,” tegasnya.

BGN mengambil sejumlah langkah penataan. Pertama, BGN memfokuskan ulang penerima manfaat agar intervensi gizi lebih terarah pada kelompok prioritas. Kedua, BGN memberlakukan moratorium sementara pembangunan dapur baru. Ketiga, BGN mengoptimalkan dapur yang sudah beroperasi secara maksimal.

Baca Juga :  Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Selain itu, BGN juga memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh dapur memenuhi standar keamanan pangan, mutu layanan, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Nanik, penataan program sekaligus menjawab tantangan pemerataan layanan di berbagai daerah.

“Masih terdapat konsentrasi dapur tinggi di wilayah aglomerasi, sementara sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan. Karena itu, kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dirasakan seluruh anak Indonesia,” jelasnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan di wilayah 3T, BGN menyiapkan skema implementasi MBG yang lebih adaptif. BGN tidak hanya mengandalkan pembangunan fasilitas baru, tetapi juga mengoptimalkan sarana yang sudah ada, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan fasilitas komunitas yang memenuhi persyaratan operasional program.

BGN pun membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. BGN mengajak badan usaha milik negara, sektor swasta melalui program CSR, yayasan, dan pihak lain untuk mendukung perluasan layanan MBG di wilayah yang membutuhkan.

Baca Juga :  Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Nanik menegaskan bahwa kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama dalam proses konsolidasi ini.

“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” katanya.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperkuat tata kelola melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, serta pengembangan sistem yang lebih terstruktur dan terukur.

“Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan didukung data yang valid. Selain itu, berbagai rekomendasi dari lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

Dalam menajamkan sasaran program, BGN juga memperkuat intervensi kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. BGN menjadikan kelompok ini sebagai sasaran strategis untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. ***

Penulis : Tamrin

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:19 WITA

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:07 WITA

BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur melepas Dandim dan Kapolres lama serta menyambut pejabat baru dalam pisah sambut dua jabatan sekaligus, Selasa 14 Juli 2016 malam di Pendopo Bupati. (Foto: Lombokini.com/Humas).

Lombok Timur

Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru

Rabu, 15 Jul 2026 - 12:19 WITA

Kapolda NTB dan Kajati NTB beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan di Kantor Kejati NTB, Selasa 14 Juli 2026. Keduanya sepakat memperkuat sinergi penegakan hukum profesional dan berintegritas. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Hukrim

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Selasa, 14 Jul 2026 - 22:25 WITA