Pemkab Lotim Perkuat Inklusi Keuangan untuk Atasi Masalah Ekonomi

Senin, 17 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plh Sekda Lombok Timur, H. Hasni. (Foto: Lombokini.com).

Plh Sekda Lombok Timur, H. Hasni. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB), mencapai 1,42 juta jiwa atau sekitar 25,06% dari total penduduk NTB, Lombok Timur menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan.

Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan perkembangan positif, terutama di sektor pendidikan berkat banyaknya pondok pesantren di daerah ini, tantangan di bidang ekonomi masih memerlukan perhatian serius.

“Kami menyadari bahwa meskipun IPM terus meningkat, terutama di sektor pendidikan, tantangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi kami,” kata Plh Sekda Lombok Timur, H. Hasni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penunjukan Lombok Timur sebagai pilot project TPAKD oleh OJK, pada Kamis, 13 Februari 2025, di kantor Bupati Lombok Timur.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjut Hasni, Pemkab Lombok Timur telah menjalankan beberapa program strategis guna memperkuat inklusi keuangan. Salah satunya adalah pemberian subsidi bunga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejak tahun 2020.

Baca Juga :  Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Program ini, jelasnya, bertujuan untuk memudahkan akses pinjaman bagi petani, peternak, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain itu, pemda juga menyediakan jaminan asuransi bagi sektor pertanian dan peternakan untuk melindungi pelaku usaha dari risiko kerugian.

“Inovasi yang dilakukan termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan lembaga keuangan, agar masyarakat dapat memperoleh modal usaha dengan bunga rendah,” jelas Hasni.

Program subsidi bunga dan KUR ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk mengakses modal usaha dengan bunga yang terjangkau, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Meskipun berbagai program telah digulirkan, dia menyebutkan, tantangan lain yang masih dihadapi adalah banyaknya warga yang lebih memilih rentenir sebagai sumber pinjaman, meskipun suku bunga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibandingkan lembaga perbankan.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Hal ini menurutnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yang berharap sosialisasi yang lebih masif dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat akses ke lembaga keuangan formal.

“Kami berharap melalui sosialisasi yang lebih intensif, masyarakat dapat memahami bahwa akses ke lembaga keuangan formal jauh lebih menguntungkan dan aman dibandingkan dengan meminjam dari rentenir,” tegasnya.

Dikatakan juga bahwa penunjukan Lombok Timur sebagai pilot project TPAKD tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, tambah Hasni, Pemkab Lombok Timur berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat program-program yang telah ada, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Jumat, 25 September 2026 - 22:52 WITA

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA