MBG ‘Big Push’ Bagi Sektor Pendidikan  

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang guru membagikan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di salah satu sekolah. (Foto: Lombokini.com/Badan Gizi Nasional).

Seorang guru membagikan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di salah satu sekolah. (Foto: Lombokini.com/Badan Gizi Nasional).

Oleh: Lalu Muh. Kabul

Berdasarkan skor “Programme for International Student Assessment/PISA”, skor pendidikan Indonesia mengalami penurunan pada kemampuan membaca dan matematika dalam periode 2012-2022 (INDEF, 2024). Skor kemampuan membaca mengalami penurunan dari 396 pada tahun 2012 menjadi 359 pada tahun 2022. Skor matematika juga mengalami penurunan dari 375 pada tahun 2012 menjadi 366 pada tahun 2022. Hanya skor sains yang naik tipis dari 382 pada tahun 2012 menjadi 383 pada tahun 2022. Skor rata-rata kemampuan membaca dari 65 negara OECD adalah 496, matematika 494, dan sain 501. Pada tahun 2012, skor kemampuan membaca di Indonesia berada pada peringkat ke-62 dari 65 negara. Sementara, skor matematika dan sains masing-masing berada pada peringkat ke-64 dari 65 negara. Dalam buku yang ditulis oleh Presiden Prabowo Subianto (2023) berjudul “Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045” disebutkan bahwa kemampuan membaca, matematika, dan sains anak Indonesia berada pada peringkat 74 dari 79 negara yang disurvei PISA pada tahun 2018. Ini menunjukkan betapa rendahnya skor pendidikan Indonesia diantara negara-negara OECD.

Pendidikan tidak hanya sebatas kurikulum, metode pembelajaran, guru, serta prasarana dan sarana sekolah, tetapi juga mencakup kecukupan gizi anak sekolah (UNESCO, 2025). Lebih jauh dalam laporan UNESCO (2025) bertajuk “Education and Nutrition:Learn eat well” disebutkan bahwa Makan Bergizi Gratis (MGB) bukanlah pengeluaran, melainkan investasi. Investasi MBG sebesar US$11 miliar per tahun menghasilkan tingkat pengembalian sebesar US$ 156 miliar melalui peningkatan tingkat kehadiran peserta didik (siswa) di sekolah. Setiap US$ 100 yang diinvestasikan untuk MBG dapat meningkatkan nilai kemampuan membaca dan matematika diatas 0,20 dari standar deviasi. Dengan adanya MBG partisipasi sekolah termasuk tingkat kehadiran dan pembelajaran mengalami peningkatan dari 0,12 menjadi 0,15 dari standar deviasi.

Baca Juga :  Lombok Barat Dikutuk Guru Dane

Untuk mengangkat skor pendidikan Indonesia agar berada diatas skor rata-rata pendidikan negara-negara OECD diperlukan “Big Push” atau dorongan besar dalam bentuk anggaran yang difokuskan pada gizi anak sekolah melalui program MBG. Istilah “Big Push” ini merujuk pada teori Rosenstein-Rodan dalam karyanya “Notes on The Theory of The Big Push”.Ibarat sebuah pesawat, skor pendidikan Indonesia masih di landasan; sehingga diperlukan dorongan besar agar bisa terangkat dan berada diatas skor rata-rata pendidikan negara-negara OECD. Oleh karena itu, bisa dipahami jika program MBG dianggarkan sebesar Rp 268 triliun dalam RAPBN 2026. Kenapa program MBG dimasukkan kedalam sektor pendidikan. Ini alasannya:program gizi merupakan sektor kesehatan, tetapi kecukupan gizi yang dibutuhkan anak guna mendukung proses pembelajaran di sekolah dimasukkan kedalam sektor pendidikan. Demikian pula gedung yang sejatinya adalah bagian dari sektor infrastruktur, tetapi gedung yang mendukung proses pembelajaran di sekolah yang disebut gedung sekolah dimasukkan kedalam sektor pendidikan.

Dari sisi ekonomi, anggaran MBG sebesar Rp.268 triliun itu kemudian beredar di daerah-daerah; sehingga mampu menggerakkan “ekonomi lokal” bukan “ekonomi konglomerat”. Dengan bergeraknya ekonomi lokal total kebutuhan bahan pangan yang dipasok petani, peternak, nelayan, usaha mikro dan kecil mencapai 14,6 juta ton per tahun; mampu menciptakan lapangan kerja (38 sampai 61 tenaga kerja per desa) dan meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, usaha mikro dan kecil sebesar 1,5 sampai 2,0 kali UMR (Hendrawan, 2025). Disisi lain, UMKM yang terlibat dalam program MBG memperoleh pendapatan bersih rata-rata sebesar 33,68 persen dan rata-rata penambahan tenaga kerja pada UMKM sebanyak 3 orang (INDEF, 2024).

Baca Juga :  Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Di era Orde Baru, ekonomi lokal kalah bersaing dengan ekonomi konglomerat. Kehadiran ekonomi konglomerat di era Orde Baru telah menyebabkan terjadinya “derajat eksploitasi” tinggi di daerah-daerah pada tahun 1996 (Mubyarto, 2004). Derajat eksploitasi di sejumlah daerah seperti Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 87 persen, Riau 80 persen, Papua 78 persen. Artinya dari setiap 100 persen PDRB ternyata yang dinikmati oleh penduduk setempat hanya 13 persen (Kaltim), 20 persen Riau, dan 22 persen Papua. Bahkan DKI Jakarta sebagai pusat peredaran uang di daerah, juga “dieksplotasi” oleh investor luar negeri yakni 72 persen, dan hanya 28 persen yang dinikmati oleh penduduk DKI Jakarta. Program MBG selain “Big Push” bagi sektor pendidikan, juga merupakan keberpihakan pemerintah pada ekonomi lokal. ***

Penulis adalah Direktur Lembaga Pengembangan Pedesaan (LPP)

Penulis : Lalu Muh. Kabul

Berita Terkait

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak
Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 
Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)
Lombok Barat Dikutuk Guru Dane
Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      
Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan
Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   
Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:36 WITA

Pimpinan dan Anggota DPRD Lombok Timur Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:13 WITA

Ikuti Lomba Festival Gebyar 2026 Hadrah Al-Habsyi, Ini Cara Daftarnya

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:07 WITA

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Hadiri Peresmian RS Ummat di Lombok Timur 16 Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:30 WITA

DPRD Lombok Timur Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:29 WITA

Dinas Dukcapil Lombok Timur Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:58 WITA

Pimpinan dan Anggota DPRD Lombok Timur Mengcapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:05 WITA

Pimpinan dan Anggota DPRD Lombok Timur Mengcapkan Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H – 2026 M

Minggu, 9 November 2025 - 21:03 WITA

Selamat Hari Pahlawan Nasional 2025

Berita Terbaru

Ribuan pengunjung memadati Lapangan Barokah pada pembukaan Festival Gawe Beleq, Senin malam 17 Agustus 2026. [Foto: Lombokini.com]

Hiburan

Ribuan Warga Padati Pembukaan Festival Gawe Beleq Sakra Barat

Selasa, 18 Agu 2026 - 01:20 WITA