Damkarmat Lombok Timur Wajibkan Simulasi Kebakaran untuk Akreditasi Puskesmas

Selasa, 26 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Selong bersama tim Damkarmat Lombok Timur menggelar simulasi penanggulangan kebakaran secara kolektif, Selasa 26 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Puskesmas Selong bersama tim Damkarmat Lombok Timur menggelar simulasi penanggulangan kebakaran secara kolektif, Selasa 26 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di fasilitas publik dan sektor usaha. Kini, Damkarmat tidak hanya mengimbau, tetapi mewajibkan simulasi penanggulangan kebakaran sebagai syarat administratif akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Kepala Dinas Damkarmat Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, menegaskan bahwa setiap Puskesmas yang mengajukan akreditasi harus menyertakan bukti otentik telah menggelar simulasi proteksi kebakaran.

“Kalau Puskesmas akan akreditasi, harus ada bukti sudah dilakukan simulasi proteksi kebakaran. Itu menjadi salah satu persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi,” tegas Lalu Dami kepada media, Selasa 26 Mei 2026.

Lalu Dami menjelaskan, Puskesmas tidak boleh melaksanakan simulasi secara formalitas atau hanya melibatkan segelintir petugas keamanan. Damkarmat mewajibkan seluruh komponen di dalam Puskesmas, mulai dari manajemen, dokter, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas kebersihan, ikut serta dalam simulasi.

Setelah semua unsur berhasil melaksanakan simulasi menyeluruh, Damkarmat langsung menerbitkan sertifikat atau bukti resmi bahwa Puskesmas tersebut siap dalam proteksi kebakaran.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

“Sejauh ini, sejumlah fasilitas kesehatan di Lombok Timur sudah mulai mengimplementasikan komitmen tersebut,” ungkap Lalu Dami.

Puskesmas Selong tercatat sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang sukses menggelar simulasi ini secara kolektif bersama tim Damkarmat.

“Beberapa Puskesmas lain di wilayah Lombok Timur juga sedang mengantre dan menjadwalkan agenda serupa,” terang Lalu Dami.

Lebih lanjut, Lalu Dami menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk mental siap siaga (emergency preparedness). Ia berharap seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Lombok Timur memiliki inisiatif tinggi dan tidak pasif.

“Kami harap semua PKM segera melakukan simulasi mengatasi kebakaran ini, jangan menunggu kejadian dulu baru belajar. Pencegahan dan edukasi harus berada di depan,” imbuh Lalu Dami.

Damkarmat Lombok Timur juga menyoroti sektor swasta dan pelaku usaha kuliner yang memiliki risiko kebakaran tinggi, terutama di area dapur. Secara khusus, Lalu Dami menyebut Dapur MGB sebagai salah satu contoh usaha yang krusial untuk segera menggelar simulasi serupa.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Menurut Lalu Dami, karyawan di sektor kuliner sangat perlu memahami dasar-dasar fire fighting. Minimal, mereka harus memiliki keterampilan menjinakkan api skala kecil, seperti menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau kain basah saat terjadi kebocoran gas atau korsleting.

“Begitu juga dengan Dapur MGB, seharusnya melakukan simulasi untuk belajar mengatasi kebakaran. Minimal, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk melokalisir api sebelum armada bantuan dari Damkarmat tiba di lokasi,” pungkas Lalu Dami.

Melalui langkah preventif yang masif ini, Damkarmat Lombok Timur berharap dapat menekan angka fatalitas akibat kebakaran sekecil mungkin sekaligus mewujudkan ruang publik dan lingkungan usaha yang aman bagi masyarakat luas. ***

Penulis : Paozan Azima

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA