Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

Senin, 25 Mei 2026 - 19:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Grup, dr. Rosalia Puspita Jaya didampingi Manajer Nusa Medica Clinic Sembalun, Erwin Hidayat, SH. (Foto:

Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Grup, dr. Rosalia Puspita Jaya didampingi Manajer Nusa Medica Clinic Sembalun, Erwin Hidayat, SH. (Foto:

LOMBOKINI.com – Kabut tebal dan cuaca buruk memaksa pilot memutar balik helikopter medis yang hendak mengevakuasi seorang pendaki asal Malaysia. Pendaki tersebut jatuh di Pelawangan, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pada Senin 25 Mei 2026 sore.

Tim medis menduga korban, Chye Connsynn (41), seorang pendaki perempuan asal Malaysia, mengalami cedera tulang belakang (spinal injury) setelah jatuh saat turun dari puncak menuju Pelawangan sekitar pukul 15.00 WITA.

Tim Nusa Medica Group bersama TNGR dan Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) segera melakukan penanganan cepat. Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group, dr. Rosalia Puspita Jaya, menerima notifikasi dari TNGR mengenai kejadian tersebut.

“Korban mengalami cedera tulang belakang. Saat tim menemukan korban, posisinya terlentang miring,” ujar Rosalia pada media, Senin 25 Mei 2026.

Setelah menerima laporan, Nusa Medica langsung mengaktifkan helikopter penyelamatan. Rosalia menjelaskan, korban memiliki asuransi premium sehingga tim mempercepat proses aktivasi evakuasi udara.

“Kurang dari 30 menit, sekitar 20 menit, tim memberangkatkan helikopter,” katanya.

Helikopter lepas landas dari Bali pada pukul 16.18 WITA. Tim medis lengkap yang terdiri atas dokter dan perawat turut membawa helikopter tersebut bekerja sama dengan SJI Air Bali. Helikopter tiba di titik koordinat Pelawangan Sembalun tepat pukul 17.09 WITA. Namun, kabut tebal menutup rapat kawasan tersebut dan memangkas jarak pandang kru.

Selama kurang lebih 20 menit, helikopter berputar-putar di udara untuk mencari celah di balik kabut. Pukul 17.30 WITA, pilot mengambil keputusan krusial: memutar balik helikopter menuju Denpasar. Selain pandangan yang memburuk akibat kabut dan menjelang matahari terbenam, indikator bahan bakar yang menipis turut memaksa tim udara menghentikan operasi.

Baca Juga :  Diketahui Punya Riwayat Diabetes, Seorang Pendaki Asal Pringgasela Meninggal Dunia di Bukit Savana Dandaun

“Saat menuju Pelawangan, helikopter kami terpaksa kembali karena kabutnya sangat tebal dan sudah sunset. Helikopter tidak bisa melakukan evakuasi jika sudah lewat waktu matahari terbenam. Terpaksa kami balik kanan. Waktu kejadiannya memang agak kurang beruntung,” tambah Rosalia.

Kondisi medis Chye Connsynn masuk kategori sangat riskan. Dugaan kuat cedera pada tulang ekor dan tulang belakang membuat tim medis melarang keras evakuasi melalui jalur darat yang terjal dan penuh guncangan.

“Korban dengan kondisi ini tidak boleh kami gerakkan sembarangan dan tidak boleh banyak pergerakan. Kami khawatir jika kami paksakan evakuasi via darat, akan terjadi pergeseran pada cederanya yang bisa mengakibatkan cacat permanen atau kelumpuhan,” tegasnya.

Setelah melakukan asesmen dan melaporkan kondisi korban kepada tim dokter penanggung jawab di Malaysia, tim medis memutuskan korban bermalam terlebih dahulu di Pelawangan Sembalun di dalam tenda. Tim medis dari EMHC, Nusa Medica, dan Basarnas saat ini mendampingi korban di lokasi.

“Pasien kami putuskan bermalam di Pelawangan di dalam tenda. Tim medis dari EMHC, Nusa Medica, dan Basarnas saat ini mendampingi korban di lokasi,” ungkapnya.

Rosalia menambahkan, tim akan kembali mengupayakan evakuasi udara pada Selasa besok pukul 07.00 WITA dengan harapan cuaca lebih mendukung. Jika tim berhasil mengevakuasi menggunakan helikopter, mereka langsung membawa pasien ke Rumah Sakit Inmedika Denpasar sesuai jaminan asuransinya. Namun, jika cuaca kembali tidak memungkinkan, tim akan memilih evakuasi manual melalui jalur darat sebagai pilihan terakhir.

Baca Juga :  Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

“Cedera spinal memiliki masa kritis (golden time), sehingga penanganannya tidak boleh terlalu lama. Saat ini kami menilai kondisi pasien masih dalam batas aman,” katanya.

Data resmi dari Aplikasi eRinjani menunjukkan bahwa korban mendaftarkan pendakian sejak Minggu (24/5) melalui pintu masuk Sembalun dengan kode e-tiket ERMPPBVU9IYT8.

Pemandu melaporkan korban jatuh di sekitar punggungan jalur pendakian saat bergerak turun dari puncak menuju Pelawangan. Hantaman keras menyebabkan korban mengalami kelumpuhan sementara pada kedua kakinya dan sama sekali tidak bisa berdiri.

Melihat kondisi kritis tersebut, pemandu (guide) serta porter kelompoknya langsung menggendong korban menuju tenda grup mereka di Pelawangan 2 Sembalun untuk berlindung dari embusan angin gunung.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardi, bersama Gde Agus Mastika selaku Penanggung Jawab Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi (P2E), mengonfirmasi bahwa pihak balai langsung bergerak cepat begitu menerima laporan darurat pada pukul 15.00 WITA.

TNGR segera berkoordinasi secara paralel dengan tim evakuasi Asuransi Syariah Kita Bisa, yakni Edelweis Medical Health Centre (EMHC) dan tim medis Nusa Medica.

“Besok helikopter akan datang lagi jam 07.00 WITA dari Bali untuk mengevakuasi korban. Saat ini tim gabungan dari Basarnas dan EMHC sudah bergerak naik ke atas untuk memastikan kondisi korban dan siap melaporkan perkembangannya secara berkala,” pungkasnya.***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Selong Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?
Viral! Video Asusila 4 Remaja di Bawah Umur Meresahkan Warga Tanjung Luar, Pihak Polisi Sedang Menyelidikinya

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:49 WITA

Bawa 15,31 Gram Sabu di Jok Motor, Buruh Asal Sikur Ditangkap Polisi di Masbagik

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:25 WITA

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:47 WITA

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Berita Terbaru