Home / NTB

FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Kamis, 28 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FITRA NTB menawarkan konsep Citizen Budget kepada Diskominfotik NTB dalam audiensi, Senin 25 Mei 2026. (Foto: Harianto/Lombokini.com).

FITRA NTB menawarkan konsep Citizen Budget kepada Diskominfotik NTB dalam audiensi, Senin 25 Mei 2026. (Foto: Harianto/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Dokumen anggaran daerah selama ini identik dengan tabel tebal, istilah teknis birokrasi, dan angka-angka yang sulit dipahami masyarakat. Di NTB, kondisi itu kini mulai coba diubah lewat gagasan Citizen Budget atau anggaran versi rakyat.

Konsep tersebut mengemuka dalam audiensi antara FITRA NTB dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB pada 25 Mei 2026 yang lalu.

Dalam pertemuan itu, Citizen Budget disebut bukan sekadar alat transparansi, tetapi juga strategi baru membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan partisipatif.

Direktur FITRA NTB, Ramli Ernanda, mengatakan selama ini masyarakat kesulitan memahami ke mana sebenarnya uang daerah dibelanjakan.

“Kalau mau jujur, dokumen APBD itu terlalu teknis untuk warga biasa. Padahal masyarakat punya hak tahu uang publik dipakai untuk apa,” kata Ramli, Kamis 28 Mei 2026 di Mataram.

Menurutnya, persoalan utama bukan minimnya dokumen anggaran, melainkan cara penyajiannya yang terlalu birokratis. APBD disebut dipenuhi kode rekening, nomenklatur teknis, hingga tabel panjang yang sulit dipahami publik.

Akibatnya, partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan sering hanya formalitas.

“Musrenbang sering jadi seremonial karena warga tidak punya cukup informasi tentang kondisi anggaran sebenarnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Lewat Citizen Budget, FITRA NTB mendorong penyederhanaan informasi anggaran menjadi lebih visual, ringkas, dan mudah dipahami masyarakat. Formatnya bisa berupa infografis, booklet, microsite interaktif, video animasi, hingga konten media sosial.

Intinya sederhana bahwa warga harus mengetahui dari mana uang daerah berasal dan dipakai untuk apa.

Dalam paparannya, FITRA menyebut Citizen Budget dapat memuat informasi tentang total pendapatan dan belanja daerah, prioritas pembangunan, rincian anggaran sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga mekanisme pengawasan publik.

“Visual yang sederhana itu penting supaya masyarakat benar-benar memahami substansi anggaran,” kata Ramli.

Menariknya, FITRA menilai keterbukaan anggaran juga dapat menjadi “senjata politik” positif bagi kepala daerah.

Citizen Budget disebut bisa membantu membangun citra pemimpin yang transparan, pro-rakyat, sekaligus responsif terhadap tuntutan publik di era digital.

“Kalau masyarakat tahu uang daerah dipakai untuk apa, kepercayaan publik akan meningkat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik atau Aka, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai publik memang membutuhkan pola komunikasi anggaran yang lebih sederhana.

“Biasanya di setiap dinas ada isu yang memang perlu disampaikan. Misalnya di PU, jalan yang dibangun berapa kilometer, anggarannya berapa, hingga jenis aspal yang dipakai. Itu juga yang ingin diketahui masyarakat,” kata Aka.

Baca Juga :  Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Namun Ramli menilai informasi teknis yang terlalu detail tidak perlu ditampilkan secara berlebihan. Hal yang terpenting adalah substansi dan manfaatnya.

Ramli menambahkan konsep Citizen Budget sebenarnya tidak membutuhkan sistem baru yang rumit. Menurutnya, skema itu bisa diintegrasikan ke dalam layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) maupun kanal informasi pemerintah yang sudah ada.

Bahkan, menurutnya, pola komunikasi anggaran seperti ini dapat lebih efisien dibanding pola publikasi konvensional.

“Kalau dibuat sederhana dan terpusat, biaya publikasi pemerintah bisa jauh lebih efektif,” katanya.

Kepala Diskominfotik juga berencana melanjutkan pembahasan teknis bersama FITRA, BKAD, serta SOMASI NTB. Konsep tersebut bahkan disebut berpotensi dipresentasikan dalam forum Open Government Partnership (OGP) tahun ini di Korea Selatan.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi penggunaan APBD, Citizen Budget dinilai bisa menjadi jembatan baru antara pemerintah dan warga, sehingga membuat anggaran tak lagi terasa jauh, rumit, dan eksklusif. ***

Penulis : Harianto

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun
BPK NTB Jawab Soal BTT Rp 484 Miliar, PDIP: Jelaskan Peruntukan, Abaikan Legalitas Pergeseran
DPM Unram Siapkan Gugatan ke PTUN soal Pergeseran Dana BTT Rp 484 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:15 WITA

Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Berita Terbaru

Anggota DPRD Lombok Timur YS Diduga Pamer Miras di Media Sosial, Perindo Beri Teguran Keras. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA