Di Pesantren Thohir Yasin, Gubernur Iqbal Serukan Persatuan dan Pariwisata yang Jaga Nilai Lokal

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Pesantren Thohir Yasin, Gubernur Iqbal Serukan Persatuan dan Pariwisata yang Jaga Nilai Lokal. (Foto: Lombokini.com).

Di Pesantren Thohir Yasin, Gubernur Iqbal Serukan Persatuan dan Pariwisata yang Jaga Nilai Lokal. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa perbedaan kelompok atau organisasi tidak boleh menghalangi tujuan bersama membangun NTB. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Nyeleng Minyak dan Zikrol Hauliyah ke-36 Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Kamis 25 Desember 2025.

Selain itu, Gubernur juga memaparkan tiga agenda utama pemerintahannya, yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan sektor pangan, serta pengembangan pariwisata. Ia secara khusus menekankan bahwa pembangunan pariwisata NTB harus selaras dengan nilai lokal dan religius masyarakat.

Pariwisata Tanpa Tergerus Nilai

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan. “Kita ingin memajukan pariwisata, tetapi tidak dengan cara yang menghilangkan nilai-nilai lokal dan keagamaan. Pariwisata NTB harus tumbuh dengan tetap menjaga jati diri dan kearifan lokal,” tegas Iqbal.

Baca Juga :  Perkuat Pengamanan KEK Mandalika, Gubernur NTB dan Danjen Kopassus Lepas Konvoi Taktis

Ia pun berharap pesantren dan tokoh agama terus menjadi pilar moral yang menjaga persatuan sekaligus mengawal arah pembangunan. Menurutnya, karakter Pondok Pesantren Thohir Yasin yang merangkul semua elemen umat patut menjadi teladan.

“Semua dirangkul, semua disapa, dan semua diajak berjalan bersama. Untuk membangun NTB ke depan, tidak ada pilihan lain selain persatuan,” tegasnya lagi.

Bantuan Baznas untuk Pendidikan dan Kesehatan

Di kesempatan yang sama, Baznas Provinsi NTB menyerahkan berbagai bantuan kepada pesantren dan masyarakat. Bantuan tersebut meliputi Program Sabilillah, Baznas NTB Taqwa, Baznas NTB Sehat, dan Baznas NTB Cerdas.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Secara khusus, program Baznas NTB Cerdas menyasar guru tidak tetap non-sertifikasi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Ketua Baznas NTB, L. Muhammad Iqbal Murad, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan guru.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota DPR RI Komisi VIII Lale Syifaun Nufus, Sekda Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Sentilan Kiki Sulistyo: Kepopuleran Sastra dan Bagaimana Hilangnya Insting Manusia di Zaman Digital ini
Bupati Lombok Barat Lepas 54 Kafilah, Target Juara Umum MTQ NTB
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Ziarah Mahabbah Kubra, Rawat Sanad Keilmuan Ulama Lombok Timur
Warga Lengkok Embuk Mamben Lauk Khidmati Peringatan Nuzulul Qur’an, Hadirkan Qori Internasional dan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru